Karnaval Dugderan, Tahun Ini Tetap Digelar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Karnaval Dugderan, Tahun Ini Tetap Digelar

SEMARANG, RAJA – Karnaval dugderan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan tahun ini tetap digelar meskipun pasar dugderan ditiadakan. Menurut Sekretaris Masjid Kauman Muhaimin, karnaval dugderan tetap akan digelar sebagai tradisi selama ratusan tahun untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Kegiatan karnaval atau pawai dugderan ini diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, bekerjasama dengan pengelola Masjid Agung Semarang (Kauman) dan beberapa organisasi sosial keagamaan. “Kegiatan ini sudah menjadi salah satu ikon Kota Semarang dan merupakan semangat syiar Islam,” katanya dalam konferensi pers di kantor pengurus Masjid Kauman Semarang, Jumat (5/6).

Dijelaskan, kegiatan karnaval dugderan akan digelar dengan konsep lebih sederhana dari tahun-tahun sebelumnya di Masjid Kauman. Hal itu, sebagai bentuk empati kepada para pedagang Pasar Johar yang telah menjadi korban kebakaran. “Nantinya, karnaval dugderan tidak ada panggung rakyat yang biasanya digelar selama 10 hari di halaman Masjid Kauman, namun sebagai tempat pembagian kue ganjel rel dan air khataman alquran. Jumlah kue ganjel rel akan ditambah yang biasanya 6.000 menjadi sebanyak 8.000,” terangnya.

Hal ini, kata dia, sesuai dengan usulan pimpinan NU Kota Semarang yang juga mendukung tetap adanya karnaval dugderan menyambut bulan suci Ramadhan.

Ditegaskan, dengan karnaval dugderan ini penyelanggara tetap menjaga perasaan para pedagang Johar korban kebakaran. Namun, empati tersebut bukan berarti harus ditunjukkan dengan menurunkan kualitas maupun kuantitas penyelenggaraan karnaval dugderan.

Hal senada juga disampaikan oleh Pimpinan Pengurus Daerah Muhammadiyah Kota Semarang, Danusari. Menurutnya, Muhammadiyah juga sangat setuju dengan adanya kegiatan karnaval dugderan. “Ini adalah lokal wisdom sebagai wujud kegembiraan masyarakat Semarang menyambut bulan suci Ramadhan. Meskipun kali ini lebih sederhana dengan tidak adanya panggung rakyat, diharapkan acara tetap akan berlangsung meriah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang, AM Jumai menambahkan, bahwa pihaknya akan mengerahkan seluruh sekolah Muhammadiyah di Semarang untuk ikut terlibat dan mengirimkan anak didiknya menjadi peserta karnaval dugderan. “Ini adalah sebagai bentuk komitmen Muhammadiyah melakukan syiar Islam,” jelasnya.

Disisi lain, Kabid Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Kasturi menuturkan, karnaval dugderan akan dilakukan dua hari pada tanggal 15 dan 16 Juni mendatang, dengan peserta sekitar 9.000 orang.

Pada hari pertama atau tanggal 15 akan dilakukan karnaval mobil hias dan hasil pertanian dari Simpanglima, Jalan Pandanaran, Tugu Muda dan terakhir di Balaikota untuk kemudian hasil pertanian dibagikan ke warga masyarakat.

Hari kedua merupakan prosesi inti karnaval dugderan yaitu pengumuman awal Ramadhan dan pembacaan suhuf halaqoh. Acara ini akan digelar setelah dzuhur dari balai kota ke Masjid Kauman dan Masjid Agung Jawa Tengah. “Akan ada pembacaan suhuf khalaqoh, khataman quran, dan pembagian kue ganjel rel. Sementara, untuk kegiatan panggung rakyat yang ditiadakan dan akan diganti dengan lomba warak ngendog dan rebana se-Kota Semarang di Balaikota,” katanya.

Lanjutnya, lomba warak ngendog akan dilaksanakan pada tanggal 9 Juni dan lomba rebana tanggal 10 Juni. Saat ini, peserta yang sudah mendaftar lomba warak ngendog sudah 16 orang yang mendaftar, sedangkan lomba rebana sebanyak 19 group. (Art)

Click to comment
To Top