Ada yang Salah soal Keberadaan BOPI. Ridwan Beberkan Bukti Intervensi Menpora – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Ada yang Salah soal Keberadaan BOPI. Ridwan Beberkan Bukti Intervensi Menpora

JAKARTA- Reaksi keras ditunjukan Wakil ketua Komisi X DPR, Ridwan Hisjam terkait intervensi Menpora terhadap Badan Profesional Olahraga Indonesia (BOPI).

Menurutnya, jika merujuk UU Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) tahun 2005, hanya disebutkan bahwa untuk olahraga nasional, pengawasan dan pembinaan itu di bawah lembaga mandiri yang independen. Sementara BOPI dibentuk melalui Peraturan Pemerintah nomor 16 Tahun 2007.

“PP ini ada masalah, saya lihat ada kepentingan pada waktu itu mungkin pak SBY melihat sepakbola tidak pernah berprestasi dan lain-lain. Nah BOPI dibentuk supaya bisa diatur pemerintah,” ujar Ridwan saat berbicara dalam diskusi akhir pekan di bilangan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (6/6). Hadir pembicara lainnya yakni Ketua Umum BOPI, Mayjen (Purn) TNI Noor Aman.

Seyognya, lanjut dia, BOPI tidak berada di bawah Menpora. BOPI seharusnya independen dan mandiri. Seperti halnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ada panitia seleksi para calon pimpinan KPK sebelum diajukan ke DPR untuk mengikuti fit and proper test.

“Saya buktikan BOPI itu diatur Menpora, tidak independen,” klaimnya, menegaskan.

Ridwan lantas mengulas situasi Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) antara BOPI, Komisi X DPR dan beberapa stakeholder lainnya pada 26 Maret lalu. RDPU yang membahas hasil verifikasi BOPI terhadap 18 klub peserta ISL 2015, ketika itu berlangsung cukup alot. Sampai-sampai rapat terpaksa harus diskorsing beberapa kali.

“Masuk ruang pimpinan. Saya melobi, pendekatan terus dengan pak Noor Aman. Akhirnya pak Noor Aman mau menerima. Sudah pak Noor Aman jadi saksi, tanda tangan,” tutur Ridwan, mengingat ucapannya kepada Noor Aman.

Noor Aman pun setuju untuk ikut menandatangani Pakta Integritas bersama PT Liga dan Komisi X DPR yang berisi kesepakatan ISL tetap digelar pada 4 April 2015. Selain itu BOPI juga memperbolehkan enam klub bermasalah mengikuti ISL. Namun, dengan syarat, keenam klub tersebut harus rela gugur pada paruh musim jika persyaratan administrasi itu masih belum mampu dilengkapi.

“Tapi kenapa, begitu ini mau rekomendasi, saya yakin, pak Noor Aman harus jujur, pasti pak Noor Aman konsultasi dengan Menpora. Begitu konsultasi dengan Menpora masuklah kepentingan-kepentingan yang saya anggap ada sesuatu,” tengarainya.

Terbukti, pada 1 April 2015 muncul rekomendasi BOPI bahwa Arema dan Persebaya tidak dikutsertakan pertandingan ISL.

“Disinilah Menpora intervensi BOPI. Kenapa bisa dintervensi? PP memang bunyinya begitu,” cetusnya.(rmol)

loading...
Click to comment
To Top