Hmmm, Tersangka Pencuri Dilepas Setelah Bayar Rp 10 Juta – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Hmmm, Tersangka Pencuri Dilepas Setelah Bayar Rp 10 Juta

KENDARI – Tersangka pencurian kendaraan bermotor, Zainal membuat kejutan dengan mengatakan dua rekannya pernah bayar Rp 10 juta kepada penyidik Kepolisian Resor (Polres) Kendari sebab itu dilepaskan. Tapi, Kapolres Kendari Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ilham Saparona Hasibuan SIK membantah tuduhan itu.

Zainal, salah satu kawanan penjahat yang diduga pernah mencuri motor Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Konawe Selatan (Konsel) dibekuk polisi, Minggu (31/5) dinihari sekitar pukul 02.00 Wita.

Tersangka, Zainal Mansa Tahula (20) warga Desa Podaloha Kecamatan Mowila disergap bersama rekannya, Risman. Tapi Zainal dan Risman cukup lihai sehingga berhasil meloloskan diri dari kepungan polisi. Butuh seharian untuk polisi sukses menangkap target.

Nanti sore sekitar pukul 03.40 Wita, Zainal dibekuk di Kelurahan Lepolepo, tepatnya lorong Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 12 Kendari. Sementara, rekan tersangka, Risman berhasil meloloskan diri.

Zainal dan Risman diburu lima anggota Kepolisian Resor (Polres) Konawe yang dipimpin Inspektur Polisi Dua (Ipda) H Andi Musakir dan Kepala Unsur Pembantu Pimpinan (Kaurbin) Reserse Polres Konawe, didukung personel Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Kepala Unit Reserse Mobil (Kanitresmob) Komisaris Polisi (Kompol) Kasman.

Tersangka sebelumnya meloloskan diri dengan cara melompat dan bersembunyi di rawa-rawa hingga dan menyamarkan badannya dengan lumpur. Zainal dilaporkan mencuri motor Wakapolres Konsel akhir 2014 lalu. Menyusul itu, ia melarikan diri selama enam bulan di Samarinda. Zainal baru berada di Kendari selama delapan hari sebelum akhirnya ditangkap.

Menurut pengakuan Zainul, mencuri sebanyak tiga unit motor. Yakni, dua motor Auzuki Shogun, dan satu lagi motor Auzuki Spin. Dua unit Shogun di curi di Kendari, dan Spin di curi di Unaha. Zainal mengaku, setiap penjualan motor dirinya akan diberi sebanyak Rp 300 ribu oleh koeke alias Junar.

Koeke bertindak sebagai penadah sekaligus mencari pasaran motor curian. Zainal juga membeberkan kawanannya mencuri, selain Koeke. Yaitu, Risman, Salim alias Cun, Oncy, dan Andi. Mereka adalah bramacorah (resdivis) curanmor lintas daerah yang telah lama menjadi buronan polisi. Kawanan pencuri ini biasa melakukan aksinya di Konawe, Konsel, dan Kendari.

Koeke dan Cun sudah pernah ditangkap di rumahnya masing masing, Januari 2015 lalu, tepatnya Senin (12/1) sekitar pukul 23.30 Wita. Sehari setelah penangkapan, yakni Selasa (13/1), Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Kendari Ajun Komisaris Polisi (AKP) Robby Topan Manusiwa SIK melakukan ekspose, dengan mengatakan Koeke dan Cun telah ditetapkan sebagai tersangka.

Belakangan, keduanya dibebaskan penyidik Polres Kendari. Menurut Zainal, dua temannya itu dibebaskan setelah membayar Rp 10 juta kepada Polres Kendari.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Kapolres Kendari Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ilham Saparona Hasibuan SIK mengatakan, keduanya tidak dibebaskan. “(Mereka) Dikeluarkan karena tidak cukup bukti,” kata Ilham Samparona. (BKK)

 

loading...
Click to comment
To Top