Pentas FTPA Unasman Diikuti 8 Tim – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Pentas FTPA Unasman Diikuti 8 Tim

FAJARONLINE, POLEWALI – Delapan komunitas teater mendaftar mengikuti pentas festival teater putih abu-abu ke-6 se-Sulawesi Barat (Sulbar) di aula HS Mengga Unasman yang digelar Komunitas Seni Sastra dan Teater (Kosaster Siin Universitas AL-Asyariah Mandar (Unasman)

Helatan tahunan Kosaster Siin itu dibuka Rektor Unasman, Dra Hj Chuduriah Sahbuddin M.Si, Senin 8 Juni

Ketua Kosaster Siin Unasman, Ridwan bilang delapan komunitas teater siswa itu mulai pentas, Selasa 9 Juni. “Delapan peserta itu terdiri atas SMA 1 Polewali, SMA 2 Majene, SMK Darul Hasanah Polman, MA Mahfudz Assiddiqy Polman, SMK 1 Tinambung, SMK 1 Polewali, SMK Biges Polman, dan SMA 1 Campalagian,” ujarnya.

Terbatasnya peserta pada FTPA kali ini dipengaruhi minimnya dukungan sekolah. “Banyak sekolah berhalangan karena kendala dana. Seharusnya sekolah bisa memberi dukungan ke siswa dan teater disamakan dengan ekstrakulikuler lain,” tuturnya.

Pelbagai agenda yang akan dijalankan mulai dari parade budaya, pertunjukan teater, seminar teater, workshop serta pemberian penghargaan pada penampil terbaik. “Kita bebaskan memilih naskah sendiri,” kata Ridwan. (ham)

Click to comment
Makassar

Pentas FTPA Unasman Diikuti 8 Tim

FAJARONLINE, POLEWALI – Delapan komunitas teater mendaftar mengikuti pentas festival teater putih abu-abu ke-6 se-Sulawesi Barat (Sulbar) di aula HS Mengga Unasman yang digelar Komunitas Seni Sastra dan Teater (Kosaster Siin Universitas AL-Asyariah Mandar (Unasman)

Helatan tahunan Kosaster Siin itu dibuka Rektor Unasman, Dra Hj Chuduriah Sahbuddin M.Si, Senin 8 Juni

Ketua Kosaster Siin Unasman, Ridwan bilang delapan komunitas teater siswa itu mulai pentas, Selasa 9 Juni. “Delapan peserta itu terdiri atas SMA 1 Polewali, SMA 2 Majene, SMK Darul Hasanah Polman, MA Mahfudz Assiddiqy Polman, SMK 1 Tinambung, SMK 1 Polewali, SMK Biges Polman, dan SMA 1 Campalagian,” ujarnya.

Terbatasnya peserta pada FTPA kali ini dipengaruhi minimnya dukungan sekolah. “Banyak sekolah berhalangan karena kendala dana. Seharusnya sekolah bisa memberi dukungan ke siswa dan teater disamakan dengan ekstrakulikuler lain,” tuturnya.

Pelbagai agenda yang akan dijalankan mulai dari parade budaya, pertunjukan teater, seminar teater, workshop serta pemberian penghargaan pada penampil terbaik. “Kita bebaskan memilih naskah sendiri,” kata Ridwan. (ham)

Click to comment
To Top