Tambang Ancam Rusak Pariwisata Sultra – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Tambang Ancam Rusak Pariwisata Sultra

KENDARI – Keberadaan tambang di Sulawesi Tenggara (Sultra) rupanya tidak hanya mengancam kerusakaan lingkungan di sekitarnya namun ikut merembes pada punahnya beberapa potensi pariwisata di Sultra. Kepala Bidang Pencemaran Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sultra Supiati mengatakan, pesisir laut dan pulau-pulau kecil merupakan salah satu potensi wisata.

Hanya saja, keberadaannya terancam dengan masuknya investor yang membangun smelter pertambangan. “Dari sejumlah investor yang masuk pasti membangun smelter. Ini berpotensi pada kepariwisataan kita sebenarnya,” ungkap Supiati usai menggelar diskusi bersama Himpunan Ahli Pengelolaan Pesisir Indonesia (HAPPI) di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra, Kamis (4/6).

Menurut Supiati, dalam proses pembangunan smelter perusahaan tambang harus diawasi secara ketat agar tidak merusak lingkungan sekitarnya termasuk mengancam potensi pariwisata di Sultra. “Semua harus mendukung program kepariwisataan dengan itu harus meningkatkan pengawasan pada sektor terkait,” katanya.

Supiati menyebutkan, sejak berjalan tambang di Sultra pada tahun 2008 lalu, ada kasus yang ditemukan perusahaan tambang telah merusak salah satu pariwisata di Sultra. Kasusnya, sebut dia terjadi di Desa Batuputih Lasusua Kolaka Utara (Kolut).

Temuan tersebut, lanjut dia, diperoleh berdasarkan hasil pengumpulkan bahan keterangan (pulbaket) dari BLH. Atas kejadian itu, aku Supiati perusahaan tambang ditutup karena terbukti melakukan pencemaran terhadap lingkungan hidup termasuk pariwisata di Teluk Bone. “Memang, kita harus mewaspadai pertambangan ini agar tidak merusak potensi wisata kita,” ujarnya.

Khusus di Konawe Utara (Konut), aku Supiati, sejauh ini pihaknya belum menemukan dampak kerusakan potensi pariwisata karena pertambangan. “Kami harap, kalau ada informasi tentang kerusakkan lingkungan silakan laporkan,” ajaknya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Halu Oleo (UHO) Prof La Sara mengaku, potensi pariwisata khususnya di laut sangat besar di Sultra. Hanya saja, saran dia, pemerintah belum melakukan elaborasi terhadap kualitas sumber daya manusia dengan potensi alam yang ada.

“Infrastruktur kita juga belum terlalu bagus. Dan saya juga sarankan, kita harus memiliki karakter kepulauan untuk dijaga bersama berdasarkan program pemerintahan Jokowi,” sarannya.

Sementara itu, Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh mengaku, semua pihak harus memiliki andil yang maksimal untuk mengembangkan potensi pariwisata. Tentu, kata dia, dewan tetap akan terlibat dalam hal fungsi anggaran dan pengawasan program tersebut. “Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Segala kendala yang bisa merusak potensi pariwisata kita harus antisipasi,” tuturnya. (BKK)

 

loading...
Click to comment
To Top