300 Bangunan di Solo Bakal Direlokasi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

300 Bangunan di Solo Bakal Direlokasi

SOLO, RAJA – Sekitar 300 bangunan di bantaran Kali Pepe dan Kali Anyar, Kota Solo, perlu direlokasi karena berdiri di atas tanah negara, dan sesuai peraturan bantaran sungai harus bebas dari bangunan.

“Bantaran sungai itu sesuai dengan undang-undang harus bebas dari bangunan. Jadi terlepas mau dibangun atau tidak embung itu, di sana memang tidak boleh ada bangunan,” kata Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo di Solo, Senin.

Ia mengatakan dana kompensasi warga bantaran Kali Pepe dan Kali Anyar yang terkena restorasi embung Bendung Karet akan menggunakan formulasi relokasi Bantaran Sungai Bengawan Solo, kata.

Menurut dia, sekarang terus dilakukan pendataan penduduk yang tinggal di bantaran Kali Pepe dan Kali Anyar. Pemkot Surakarta telah membentuk tim di tingkat wilayah. Tim akan memetakan status kepemilikan tanah yang ditempati warga yang berada di daerah bantaran tersebut.

Dikatakan status kepemilikan tanah dinilai penting untuk menghitung jumlah warga dan anggaran yang bakal diajukan ke Pemerintah Pusat guna merelokasi warga dari bantaran sungai tersebut. “Dana relokasi nanti ditanggung sepenuhnya Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Kalau Pemkot tidak mungkin karena tidak punya dana,” katanya.

Pemberian dana kompensasi akan disamakan dengan dana kompensasi yang diterima warga bantaran Sungai Bengawan Solo. Yakni, Pemkot membayar dana kompensasi untuk bangunan senilai Rp8,5 juta. Selain itu dana kompensasi lahan Rp500.000 per meter persegi untuk tanah hak milik dan tanah negara flat Rp20 juta per rumah.

FX Hadi Rudyatmo yang akrab dipanggil Rudy mengatakan hingga kini masih mencari lahan untuk merelokasi warga tersebut. Pemkot memastikan tidak akan merelokasi warga bantaran ke rumah susun sewa sederhana (Rusunawa).

Relokasi daerah tersebut akan secepatnya disosialisasikan kepada warga yang akan direlokasi tersebut, sambil meninggu kucuran adan dari Pemerintah Pusat.

Rudy mengatakan untuk embung akan dibangun di kawasan Tirtonadi tepatnya, pertemuan Kali Gajah Putih dengan Kali Pepe. Embung dibangun sebagai tampungan air untuk Kota Solo dan bisa jadi wisata air dalam kota. Dengan demikian, air akan tertampung lebih banyak dan bisa dimanfaatkan untuk diolah menjadi air bersih. Namun untuk merealisasikan dibutuhkan anggaran yang besar.(In)

Click to comment
To Top