Awas…! Dana Aspirasi Jangan Sampai Digunakan untuk Jual-Beli Suara – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Awas…! Dana Aspirasi Jangan Sampai Digunakan untuk Jual-Beli Suara

JAKARTA – Anggota DPR dari daerah pemilihan (Dapil) Sumatera Utara II, Trimedya Panjaitan menyambut baik usulan dana aspirasi Anggota DPR sekitar Rp15-20 miliar masuk dalam RAPBN 2016. Hanya saja dia mengingatkan jangan sampai uang sebesar itu dipegang anggota.

“Kalau dikasih kita senang saja. Tapi yang penting pertanggungjawabannya. DPR jangan megang duitnya. Kalau megang duitnya celaka,” kata Trimedya di gedung DPR Jakarta, Selasa (9/6).

Politikus PDI Perjuangan ini menyebutkan sebenarnya dana reses senilai Rp150 juta yang ada sekarang sudah mencukupi. Meskipun anggota seringkali kewalahan ketika turun ke dapil karena dimintai macam-macam oleh konstituen.

“Yang sekarang diberi sudah cukup saat reses. Yang repot di daerah, kita tidak terkait kebutuhan rakyat langsung mereka minta jalan, listrik byarpet, pupuk. Kami (komisi 3) masa kami kasih pistol,” katanya dengan nada bercanda.

Meski menyambut baik usulan itu, Wakil Ketua Komisi III DPR ini akan melihat dulu seperti apa mekanismenya ke depan. Karena dia tidak ingin dana aspirasi menjadi bencana bagi anggota seperti yang terjadi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

“Kita lihat dulu seperti apa. Jangan seperti dana bansos kawan-kawan DPD. Kan banyak kena kasus. Harus dijelaskan saja. Harus ada transparansi dan DPR siap tanggung jawab,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengingatkan bahwa dana aspirasi meski tidak dipegang anggota, tapi peluang transaksi bagi DPR yang ingin mencalonkan diri periode berikutnya bisa terjadi. Misalnya jadi ajang transaksi suara. Karena itu program ini harus bennar-benar diawasi.

“Kalau itu diberikan mungkin gak bisa dikalahkan anggota incumbent sekarang. Kalau suara terbanyak, sulit dikalahkan. Kalau transaksinya suara bisa jadi. Sekarang kan mulai berpikir (Pileg) 2019 juga. Harus dikawal bener-bener untuk dapilnya,” tandas Trimedya. (fat/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top