Mari Lindungi Laut Indonesia! – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Mari Lindungi Laut Indonesia!

FAJARONLINE, JAKARTA – Bertepatan dengan Hari laut Sedunia yang jatuh pada 8 Juni kemarin, Eco Diver Journalis ata perkumpulan jurnalis peduli lingkungan mengintakan kepada masyarakat kerusakan terumbu karang, berkurangnya hutan mangrove dan penangkapan ikan tanpa batas menjadi ancaman nyata yang kini dihadapi oleh Indonesia.

“Jika dibiarkan, kondisi itu tidak saja berdampak buruk pada lingkungan, namun juga terhadap kelangsungan hidup masyarakat.” kata Ketua Eco Diver Journalists Jekson Simanjuntak, Selasa (9/6)

Kata dia, bagi Indonesia, Hari Laut Sedunia ini menjadi momentum tepat sebagai ajang refleksi untuk mengkaji ulang langkah-langkah konservasi yang telah dilakukan. Dan tahun ini, Hari Laut Sedunia mengambil tema “Laut Sehat, Planet Sehat”.

Olehnya itu, Eco Diver Journalists menyerukan beberapa hal di Hari Laut Sedunia 2015 ini yakni pertama mengimbau semua pihak untuk peduli dan lebih bijak dalam mengelola dan menggunakan sumber daya laut dan pesisir. Kedua, mengimbau pemerintah untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan dalam menciptakan kebijakan berbasis ekosistem demi keberlanjutan laut dan pantai. Kemudian yang ketiga, mengimbau pemerintah untuk lebih serius menjaga keragaman hayati di sektor kelautan, mengingat saat ini ada banyak species yang terancam punah.

“Keempat Mengimbau semua pihak untuk tidak membabat kawasan hutan bakau yang tersisa. Dan terakhir mengimbau semua pihak agar mengelola sampah plastik dan tidak membuangnya serampangan ke laut. Pasalnya, hampir tidak ada ahli khusus ataupun mata kuliah yang terkait dengan modul pembersihan sampah plastik dari lautan,” ujarnya.

Perlu diketahui, Laporan Pusat Penelitian Oseanografi LIPI tahun 2013 menyebutkan, dari 60.000 km persegi kekayaan terumbu karang Indonesia, sekitar 30 persennya berstatus rusak atau kualitasnya kurang baik dan 37 persen cukup. Hanya 5 persen berkondisi sangat baik dan 27 persen baik.

Rusaknya kawasan hutan mengrove di pesisir pantai Indonesia juga cukup memprihatinkan. Data BPS tahun 1982 mencatat luas kawasan hutan mangrove mencapai 3,7 juta hektar, namun 10 tahun kemudian menyusut tinggal 2,5 juta hektar. Kerusakan paling parah tercatat di pesisir pulau Jawa dengan degradasi mencapai 70m persen. Penggundulan hutan mangrove terutama akibat konservasi lahan menjadi kawasan pertambakan, pemukiman dan industri. Selain itu, tekanan populasi memicu pembalakan hutan bakau untuk dijadikan kayu bakar.

Click to comment
To Top