Megaproyek demi Sebuah Ikon Baru – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Megaproyek demi Sebuah Ikon Baru

FAJAR ONLINE, MAKASSAR — Makassar tak boleh stagnan. Mesti berkembang mengikuti zaman yang makin maju.

Ikon baru sekelas Karebosi yang seakan tenggelam perlu dihadirkan kembali. Sementara, kota ini makin padat. Salah satu pilihannya, melakukan reklamasi demi menghadirkan kawasan strategis baru.

Pemikiran sederhana itu yang mengopsesi Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo menghadirkan kawasan yang disebut Centre Point of Indonesia (CPI). Kelak, daerah ini diyakini akan menjadi kiblat untuk mengukur kemajuan Sulsel dan Makassar khususnya.

Tahun 2009 silam awal digulirkan perencanaan itu. Proyek ini bisa dibilang tiba masa tiba akal. Pasalnya, proyek ini tak masuk dalam visi-misi pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang (Sayang).

Namun usai dilantik sebagai gubernur dan wakil gubernur Sulsel pada periode pertama tahun 2008-2013, proyek ini tiba-tiba muncul kepermukaan. Jadi prioritas lagi.

Tak salah jika CPI ini disebut sebagai proyek mercusuar dari Sayang. Total laut yang akan direklamasi seluas 157 hektare. Sesuai perencanaan, CPI ini bakal jadi pusat bisnis, perkantoran, wisata, serta ruang publik.

Konsep pengembangan mengusung Waterfront City. Penggabungan antara daratan dan lautan.

“Kita ingin menghadirkan Losari yang berkali-kali lipat panjangnya dari yang ada saat ini. Kita juga ingin membuat Karebosi baru tiga lebih luas,” kata Syahrul menyampaikan alasannya, setiap kali ditanyai soal CPI. (iad)

Untuk selengkapnya, baca Harian Fajar dan Epaper edisi 9 juni 2015

loading...
Click to comment
To Top