Pemerintah Segera Bangun Pusat Pengembangan Ilmu Agama – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Pemerintah Segera Bangun Pusat Pengembangan Ilmu Agama

TEGAL, RAJA – Wapres Jusuf Kalla saat menghadiri pembukaan Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI se-Indonesia menyatakan bahwa pemerintah segera membangun pusat pengembangan ilmu agama di Indonesia. Berapa pun biayanya, negara akan mengeluarkannya untuk mendirikan pusat pendidikan agama bertaraf internasional tersebut.

“Jumat lalu, ada Menag (Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin), ada Pak Din (Ketua MUI Din Syamsuddin), dalam sidang kabinet terbatas kita putuskan bahwa Indonesia harus mempunyai pusat penelitian, pusat pengembangan pikiran, pendidikan agama kelas internasional. Harus punya!” kata Kalla saat menghadiri pembukaan Ijtima Ulama ke-5 Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Indonesia di Pondok Pesantren Attauhidiyah, Tegal, Jawa Tengah, kemarin.

Menurut Kalla, pemerintah menginginkan agar Indonesia memiliki peran yang lebih menonjol di antara negara-negara berpenduduk mayoritas muslim lainnya. Indonesia sedianya bisa menjadi contoh bagaimana penerapan ideologi Islam yang moderat. Nantinya, Indonesia diharapkan bisa menjadi kiblat bagi negara lain untuk belajar ideologi islam yang moderat.

“Supaya kita tidak hanya berkiblat ke Al Azhar saja, ke Madinah saja. Tetapi pada waktunya nanti orang mencari ilmu keislaman yang moderat, datanglah ke Indonesia,” ujar Kalla.
Menurut dia, ideologi islam yang moderat sedianya bisa meluruskan ideologi radikal yang berkembang belakangan ini. Ia berharap Indonesia bisa berperan dalam mengembangkan ideologi jalan tengah tersebut. Apalagi, saat ini negara berpenduduk mayoritas muslim lainnya tengah dilanda krisis politik.

Kalla menilai pusat pendidikan agama dan akhlak di sejumlah negara Timur Tengah tidak lagi kondusif bagi pelajar dari negara lain untuk menimba ilmu agama dan akhlak. Sebab, negara-negara itu kini sedang bergejolak.

“Kalau negara-negara di mana dulu kita kirim anak muda kita, negerasi kita belajar, apakah itu di Mesir, Yaman, Saudi, di Libya, di Sudan, itu pun kita kirim. Apalagi yang bisa kita pelajari tentang peradaban akhlak? Enggak ada yang kita bisa pelajari lagi. Kita lebih beradab, dan berakhlak dari sisi perilaku agama, kenyataannya kita tidak saling membunuh,” tutur Kalla.

Untuk itu, pemerintah tak ragu menganggarkan uang triliunan rupiah untuk rencana pembangunan pusat pengembangan ilmu agama di Indonesia ini. Indonesia juga dinilainya telah memiliki ahli-ahli agama yang berkelas internasional sehingga pantas membangun suatu pusat pengembangan ilmu agama.

“Kita tidak kekurangan para ahli untuk itu, tidak kekurangan orang, kita cuma suka rendah diri. Karena itu lah maka kita adakan dalam waktu yang singkat, hari ini (Wakil) Gubernur Jawa Tengah (saya perintahkan) cari lahan 200 hektar, cari, kita kumpulkan perlahan-lahan para ahli-ahli internasional,” kata dia.

Terkait rencana ini, Pemerintah akan membicarakannya lagi dengan para ulama dan para pimpinan perguruan tinggi agama Islam di Indonesia. Ia kembali menyampaikan bahwa di tengah masyarakat telah berkembang ideologi yang keliru.

Ideologi keliru tersebut cenderung menjual murah surga sehingga umat mudah membunuh umat lain dengan anggapan bahwa tindakannya itu akan membawa dia ke surga. Padahal, pemikiran ini adalah pandangan yang keliru.

“Saya selalu katakan mengobral surga, membunuh atau dibunuh langsung surga, jalan pintas masuk surga, itu lah ajaran yang paling singkat, dan paling keliru dan hanya bisa diluruskan dengan ajaran juga, sama dengan ajaran ISIS,” tutur dia. (km-mt)

loading...
Click to comment
To Top