2 Tengkorak Wanita, Bukan Korban Kekerasan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

2 Tengkorak Wanita, Bukan Korban Kekerasan

SEMARANG, RAJA – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang memastikan dua tengkorak manusia yang ditemukan di Kawasan Baruna, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, kemarin siang bukan korban pembunuhan.

“Pemeriksaan forensik menyebut tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di belulang itu,” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin, kepada wartawan, Selasa (9/6).

Ditambahkan dia, tengkorak itu berasal dari makam di sekitar Kali Asin Semarang. Lokasi itu kemudian terkena proyek normalisasi kali, dikeruk menggunakan alat berat.

“Sudah diperiksa dokter forensik dari RSUP dr Kariadi Semarang. Itu dari sisa makam yang kena proyek normalisasi,” sambungnya.

Sisa kerukan yang bercampur lumpur kemudian dibuang di kawasan Baruna tersebut. Saat mengering, barulah diketahui ada tengkorak–tengkorak manusia yang akhirnya sempat menggegerkan warga tersebut.

“Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Jadi meninggal wajar,” lanjutnya.

Terpisah, dokter spesialis forensik dan medicolegal RSUP dr Kariadi Semarang Gatot Suharto menyebut, tengkorak tersebut diperkirakan berumur 40 tahun berjenis kelamin perempuan.

“Ini diidentifikasi berdasar tulang pinggulnya. Memang tidak ada tanda–tanda kekerasan,” kata dia.

Namun demikian, belulang yang dievakuasi polisi dan dibawa ke rumah sakit itu ternyata tak semuanya manusia. Sebab, ada beberapa batang belulang yang diduga kuat hewan.

“Diduga (belulang) hewan kerbau. Ada tiga tulang hewan,” ucapnya.

Namun demikian, sejauh ini dua tengkorak dan aneka belulang itu masih berada di rumah sakit untuk proses identifikasi. Ahli forensik akan menyelidiki berapa lama tengkorak–tengkorak itu terkubur di dalam tanah.

“Tulangnya sekarang dibersihkan untuk dirontgen. Untuk mengetahui berapa lama (terkubur),” tandasnya. (sd)

Click to comment
To Top