Bandara Ahmad Yani Semrawut, Dibanding Surabaya Kalah Jauh – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Bandara Ahmad Yani Semrawut, Dibanding Surabaya Kalah Jauh

SEMARANG, RAJA – Masyarakat Jawa Tengah harus bangga, sebentar lagi akan memiliki bandara mewah yang benar-benar bertaraf internasional. Saat ini, Bandara Ahmad Yani yang terletak di Kota Semarang itu dalam tahap perluasan dan pengembangan. Bahkan untuk paket 1 sudah hampir rampung dan sedang tender untuk paket 2.

Hal itu terungkap saat acara dialog dengan tema Memacu Perluasan Landasan Pacu di bandara Ahmad Yani, Selasa (9/6).
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengungkapkan, perluasan dan pengembangan bandara ini untuk memenuhi keinginan masyarakat akan bandara yang lebih besar dan benar-benar bertaraf internasional.

Ganjar juga menjelaskan, bahwa perluasan bandara ini akan menambah mudahnya investasi masuk serta makin berkembangnya dunia pariwisata di Jawa Tengah.
“Diharapkan nanti banyak investor dan wisatawan yang masuk ke Jawa Tengah, karenanya pengembangan dan perluasan bandara itu penting,” ujar Ganjar.

Seperti diketahui, pengembangan dan perluasan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah, akan melalui empat tahap dan membutuhkan anggaran sebesar Rp1,56 triliun.
Paket pengembangaan pertama yakni pengerukan tanah dan pembuatan akses jalan masuk dan area parkir, paket kedua, mengerjakan pembangunan terminal dan fasilitas penunjang.

Kemudian, paket ketiga berupa pembangunan fasilitas penunjang dan “landscape”, sedangkan paket keempat untuk pengerjaan apron dan “taxi way”.
Politisi PDIP ini juga pagi-pagi kemarin menyapa sejumlah penumpang yang akan berangkat dari Bandara Ahmad Yani, Kota Semarang. Kepada mereka, Ganjar mendoakan agar para penumpang selamat sampai tujuan.

“Kalau Anda minta saku di belakang nanti ya. Saya beri saku, selamat saja,” ujar Ganjar kepada para penumpang, Selasa (9/6) pagi.
Selain berdialog dengan penumpang, Ganjar juga memaparkan kondisi pengembangan bandara. Ganjar tak ingin terus di-bully masyarakat terkait layanan bandara. Selanjutnya, dia ingin agar pemetaan soal bandara bisa disampaikan kepada masyarakat secara tepat.

Dalam kesempatan itu, Ganjar dengan saksama mendengarkan sejumlah keluhan dari penumpang. Nanang, calon penumpang asal Kabupaten Sragen, misalnya, menilai Bandara Ahmad Yani masih berantakan. Sejauh pengalamannya mengunjungi berbagai bandara di Indonesia, keadaan dan fasilitas di Bandara Ahmad Yani sangat tertinggal.

“Bandara ini masih semrawut. Jika dibandingkan Surabaya, Cengkareng, kalah jauh. Dari Solo (Adi Soemarmo) juga kalah, Solo lebih bagus. Semrawutnya, ketika datang, tidak ada tempat menunggu. Selain itu juga macet. Ruang tunggu sudah agak nyaman, kurang luas,” ujar Nanang.

Hal berbeda disampaikan Rizki, penumpang asal Purwokerto. Dia sendiri ikut berbincang dengan Ganjar karena ingin pergi ke Lombok. “Saya lewat Semarang ini baru tiga kali. Saya kira bandaranya sudah bersih dan tempat makannya juga banyak, pelayanan bagus,” ujar Rizki.

Sementara itu, warga Krapyak, Kota Semarang, Effendi, mengeluhkan seringnya salah satu maskapai penerbangan yang terlambat terbang. Hal tersebut mengganggu aktivitasnya. “Kami juga minta agar bandara ini juga disertai aplikasi khusus sehingga kita yang mau naik dari Semarang bisa ke mana saja, jadi tahu,” ujarnya.

Ganjar lantas berjanji akan mendorong pengelola bandara untuk bisa memperbaiki keluhan dari penumpang, terutama area parkir dan ruang tunggu keberangkatan. “Penyelesaian bandara ini ada dua. Pertama, ada di teknisi Angkasa Pura yang akan bangun bandara baru. Saya tunggu hasilnya dua tahun ke depan, tahun 2017. Yang kedua, ini tugas Pak Prio (General Manager I Angkasa Pura) agar jangka pendek bisa diperbaiki, itu ruang tunggu penumpang, akses keluar, dan parkir,” kata dia.

Untuk pembangunan baru Bandara Ahmad Yani, Ganjar menargetkan proses pembangunan selesai pada 2017 mendatang. Bandara baru tersebut didesain akan lebih luas, lebih modern dari biasanya. Dana pembangunan bandara berasal dari kas Angkasa Pura sekitar Rp1,56 triliun. (dbs)

loading...
Click to comment
To Top