Jampidsus Enggan Bahas Kasus Nur Alam dengan AMST – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Jampidsus Enggan Bahas Kasus Nur Alam dengan AMST

JAKARTA – Surat yang dilayangkan oleh Aliansi Mahasiswa Sulawesi Tenggara (AMST) terkait dengan perkembangan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang melibatkan Gubernur Sultra, Nur Alam sudah mendapat jawaban.

Surat yang dikirim sejak 22 Mei 2015 lalu itu sudah sampai di meja Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), Widyo Pramono sejak 26 Mei. Jawaban terkait surat itupun sudah disampaikan melalui staf Kejaksaan Agung (Kejagung).

“Kami baru dihubungi dari staf Kejagung bahwa surat yang kami masukan sudah masuk di meja Jampidsus,” kata Ketua Umum AMST, Wahidin K Putra, Rabu (10/6).

Selain mempertanyakan soal perkembangan kasus tersebut, AMST juga meminta kepada Jampidsus atau penyidik yang menangani kasus TPPU Nur Alam untuk bisa meluangkan waktu melakukan audiens atau berdiskusi dengan AMST tentang kasus tersebut.

“Janjinya staf Kejagung dia akan pertemukan melakukan audiens dengan Jampidsus atau penyididk. Tapi menurut staf itu, Jampidsus tidak mau (lakukan audiens). Padahal mereka sudah teruskan surat kami dan sudah dipegang oleh Jampidsus,” pungkas Wahidin. “Alasannya, Jampidsus tidak siap mempersentasikan kasus itu,” tambahnya.

Tak patah arang, pihak AMST pun terus mendesak Jampidsus agar persoalan untuk melakukan audiens bisa diterima. Wahidin pun meminta kepada Jampidsus jika memang tidak ingin melakukan audiens karena ada yang dirahasiakan maka tidak perlu mengungkap apa yang dirahasiakan itu kedalam audiens. [baca juga: Soal Kasus Nur Alam, Kinerja Satgassus P3TPK Kejagung Dipertanyakan]

“Kalau memang ada yang dirahasiakan dengan alasan masih dalam proses penyelidikan maka tidak perlu diungkap dalam audiens itu. Saya curiga dengan sikap Jampidsus yang tidak menerima audience sebagai bentuk bahwa Jampidsus sedang menyembunyikan sesuatu, saya yakin Jampidsus sudah menerima suap dari Nur Alam, karena sudah beberapa kali informasi yang disampaikan ke media semua bohong,” ujar Wahidin. (hrm)

Click to comment
To Top