Jokowi Harus Punya Political Will untuk Atasi Penurunan Ekonomi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Politik

Jokowi Harus Punya Political Will untuk Atasi Penurunan Ekonomi

JAKARTA-Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) harus memiliki political will dalam menyelesaikan persoalan penurunan kondisi ekonomi. Sah-sah saja jika Jokowi melakukan perombakan kabinet untuk mempercepat laju perbaikan ekonomi.

Pendiri Priyo Budi Santoso untuk Demokrasi (Pridem), Priyo Budi Santoso mengatakan, butuh political will dalam mengatasi sulitnya kondisi ekonomi yang terjadi saat ini.

“Presiden Jokowi harus menciptakan kepemimpinan dwi tunggal untuk penyelamatan bidang ekonomi,” kata Priyo dalam diskusi ‘Mencegah Kemiskinan di Tengah Kemakmuran’ di Pridem Center, Jl Cipaku, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (10/6). Priyo meminta keduanya tidak segan untuk mengambil langkah tegas dan tepat terkait hal ini.

Salah satu hal yang harus dilakukan Jokowi, menurut Priyo, adalah memberdayakan lagi Badan Urusan Logistik (Bulog).

“Saya menyarankan presiden agar jangan ragu-ragu memberdayakan Bulog dimana Bulog mempunyai kewenangan yang sedikit sakti, mempunyai power yang cukup, mempunyai anggaran yang cukup sehingga bisa memastikan Bulog bisa mengendalikan harga,” ungkap mantan wakil ketua DPR ini.

Kinerja Bulog dinilai Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar versi Munas Ancol ini, belum efektif. Berdasarkan informasi yang dimilikinya, kata Priyo, Bulog hanya menyerap 700 ribu ton hasil panen raya Indonesia.

“Padahal, sebelumnya Bulog ditargetkan meresap 4 juta ton. Ini jauh panggang dari api namanya,” jelas Priyo.

Dia melihat hari ini Bulog masih belum memiliki daya. Terlebih, tambahnya, dengan maraknya kartel-kartel bahan pokok, seperti beras dan gula.

Disinggung tentang langkah reshuffle kabinet, Priyo melihat hal itu sah-sah saja dilakukan. Dijelaskannya, reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif presiden.

“Kabinet kredibel yang lebih baik dibutuhkan. Jika ada keperluan mereshuffle maka ya sudah. Saya kira itu kehendak alam yang jangan dikritik,” kata Waketum Golkar hasil Munas Ancol ini.

Di tempat yang sama, Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN) Soetrisno Bachir mengatakan memang ada indikasi terjadinya penurunan ekonomi. Namun dalam kasus sekarang, kata dia, Jokowi tidak bisa disalahkan.

Penurunan ekonomi Indonesia saat ini, menurut dia, tidak lepas dari masalah iklim ekonomi dunia yang juga menurun. Selain itu, lanjutnya, pemerintahan Jokowi juga baru berjalan tujuh bulan. Sehingga konsolidasi politik dalam pemerintahan belum selesai dilakukan.

“Waktu era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ekonomi bagus karena iklim ekonomi dunia juga sedang bagus. Sekarang (Jokowi), sedang ada krisis dunia,” tutur Soetrisno.

Sutrisno Bachir mengimbau agar masyarakat tidak pesimistis. “Kalau kita pesimis terus, ini akan berbahaya. Proses demokrasi itu lima tahunan sekali, kita harus terbiasa menghargai proses demokrasi itu,” ujarnya.

Kemarin, Priyo meluncurkan Pridem Center. Pridem merupakan lembaga kajian yang akan menjadi ruang diskusi membahas berbagai persoalan bangsa. Pridem akan aktif menggelar diskusi dengan tokoh-tokoh untuk membicarakan isu hangat yang jadi persoalan bangsa.(fmc)

To Top