Posko Kesehatan Disiapkan di Jalur Mudik – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Posko Kesehatan Disiapkan di Jalur Mudik

SEMARANG, RAJA – Selain menggunakan kereta, para pemudik yang masuk ke Jawa Tengah juga akan menggunakan angkutan lainnya, seperti bus, kendaraan pribadi, angkutan laut, hingga udara.

Para pemudik dari Jakarta dan sekitarnya yang masuk ke Jawa Tengah (Jateng) pada Lebaran 2015 ini diperkirakan mencapai 6,8 juta orang atau mengalami peningkatan sebanyak 5,66% dibandingkan tahun lalu.

Pelaksana Harian (Plh) Sekda Jateng Djoko Sutrisno mengatakan, dari prediksi jumlah pemudik itu diperkirakan 1.903.438 orang menggunakan sepeda motor, 2.207.968 orang memakai mobil pribadi, dan 2.347.005 menggunakan transportasi umum.

”Selain itu, kami juga perkirakan yang naik pesawat sebanyak 96.465 orang, naik kapal laut 27.824 orang, dan kereta api 302.450 orang,” kata Djoko saat rapat koordinasi keuangan dan industri daerah dalam rangka kesiapan Jateng menghadapi Ramadan dan Idul Fitri 2015 di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jateng di Semarang kemarin.

Menurut Djoko, semua jalur utama dan alternatif di jalan raya baik yang statusnya jalan nasional maupun provinsi siap dilalui saat arus mudik dan balik Lebaran 2015. ”Semua jalur yang diperbaiki akan siap digunakan sebagai jalur Lebaran mulai H-5,” imbuh Djoko.

Sementara Dinas Kesehatan Jawa Tengah mulai menyiapkan posko kesehatan di jalur mudik menjelang Lebaran 2015 sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.
“Titik-titik posko kesehatan tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya dan menyesuaikan dengan posko-posko lain,” kata Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo, Selasa (9/6).

Menurut dia, posko kesehatan akan didirikan di semua jalur mudik, termasuk di titik jalur pantai utara, pantai selatan, dan jalur selatan-selatan.
Selain menyiapkan posko kesehatan, Dinkes Jateng juga berencana melakukan operasi makanan di pasaran guna mengantisipasi adanya peredaran makanan yang kedaluwarsa menjelang Lebaran.

“Dalam pelaksanaan operasi makanan tersebut, kami akan bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan setempat,” ujarnya.
Ia berpendapat bahwa operasi makanan perlu digelar karena biasanya permintaan dari masyarakat akan meningkat menjelang Lebaran.

“Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati dalam memilih makanan, terutama pada menjelang bulan Ramadhan dan Lebaran, sebab pada saat-saat seperti ini banyak beredar makanan yang ilegal serta tidak memenuhi berbagai persyaratan,” katanya.

Secara khusus, kata dia, jajaran Dinkes Jateng akan mewaspadai penyebaran penyakit Malaria selama arus mudik Lebaran berlangsung di pelabuhan.
“Kami akan melakukan ‘screening’ secara acak pada penumpang kapal, terutama yang dari Indonesia bagian timur,” ujarnya. (ac)

loading...
Click to comment
To Top