Soal Penyerangan Kantor Golkar, Titiek Soeharto: Itu Fitnah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Soal Penyerangan Kantor Golkar, Titiek Soeharto: Itu Fitnah

JAKARTA- Isu yang disebar Golkarnya Agung Laksono soal penyerangan kantor DPP Partai Golkar rivalnya, Aburizal Bakrie adalah fitnah.

“Itu fitnah, tidak ada penyerangan hari Senin itu,” kata Titiek kepada wartawan disela-sela acara HUT ke-13 KPPG di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Rabu (10/6)

Malah menurut Titiek, hari itu ada sekitar 60 ibu-ibu yang ingin datang ke kantor DPP Partai Golkar Slipi. Ibu-ibu itu datang untuk menggelar haul atau doa bersama pada mantan presiden Suharto.

“Datang mau berdoa, bawa tumpeng juga, malah dihalang-halangi. Dikunci pula. Jadi mereka itu memutar balikkan fakta. Masa ibu-ibu mau nyerang? Preman juga tidak ada kata ibu-ibu itu. Jadi ini maling teriak maling,” kata Titiek.

Tak hanya itu, Titiek juga mengaku juga melakukan kontak telepon lewat kapolres Jakarta Barat. Menurut keterangan polisi di Jakarta Barat, penyerangan tersebut tidak ada sama sekali.

“Tanya sendiri ke pak kapolres Jakbar, dia bilang tidak ada,” kata Titiek.

Dia berharap, jangan ada lagi pihak yang membuat Golkar semakin keruh. Sejauh ini Golkar kubu Ical kata Titiek sudah mau sabar menuruti perdamaian dan perundingan, termasuk yang diusulkan oleh Jusuf Kalla.

“Itu kan berarti mereka tidak hormati pak JK. Mengecilkan peran pak JK. Melecehkan pak JK. Pak JK sudah buka rumahnya buat kita islah tapi mereka cederai itu dengan kita tidak boleh masuk masuk kantor DPP. Kasian pak JK. Ini kembali ke belakang namanya. Islah itu ya dirumah sendiri, DPP Partai Golkar,” demikian Titiek. [sam/rmol]

loading...
Click to comment
Ragam

Soal Penyerangan Kantor Golkar, Titiek Soeharto: Itu Fitnah

JAKARTA- Isu yang disebar Golkarnya Agung Laksono soal penyerangan kantor DPP Partai Golkar rivalnya, Aburizal Bakrie adalah fitnah.

“Itu fitnah, tidak ada penyerangan hari Senin itu,” kata Titiek kepada wartawan disela-sela acara HUT ke-13 KPPG di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Rabu (10/6)

Malah menurut Titiek, hari itu ada sekitar 60 ibu-ibu yang ingin datang ke kantor DPP Partai Golkar Slipi. Ibu-ibu itu datang untuk menggelar haul atau doa bersama pada mantan presiden Suharto.

“Datang mau berdoa, bawa tumpeng juga, malah dihalang-halangi. Dikunci pula. Jadi mereka itu memutar balikkan fakta. Masa ibu-ibu mau nyerang? Preman juga tidak ada kata ibu-ibu itu. Jadi ini maling teriak maling,” kata Titiek.

Tak hanya itu, Titiek juga mengaku juga melakukan kontak telepon lewat kapolres Jakarta Barat. Menurut keterangan polisi di Jakarta Barat, penyerangan tersebut tidak ada sama sekali.

“Tanya sendiri ke pak kapolres Jakbar, dia bilang tidak ada,” kata Titiek.

Dia berharap, jangan ada lagi pihak yang membuat Golkar semakin keruh. Sejauh ini Golkar kubu Ical kata Titiek sudah mau sabar menuruti perdamaian dan perundingan, termasuk yang diusulkan oleh Jusuf Kalla.

“Itu kan berarti mereka tidak hormati pak JK. Mengecilkan peran pak JK. Melecehkan pak JK. Pak JK sudah buka rumahnya buat kita islah tapi mereka cederai itu dengan kita tidak boleh masuk masuk kantor DPP. Kasian pak JK. Ini kembali ke belakang namanya. Islah itu ya dirumah sendiri, DPP Partai Golkar,” demikian Titiek. [sam/rmol]

loading...
Click to comment
To Top