Ayo, Selamatkan Sungai – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Ayo, Selamatkan Sungai

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, akan menggelar Kongres Sungai Indonesia 2015. Kegiatan ini dirangkaikan dengan Festival Serayu, selama lima hari, yaitu 26 hingga 30 Agustus 2015 mendatang.

Selain itu, juga memperingati 70 tahun kemerdekaan RI yang direncanakan dibuka Presiden Joko Widodo dan ditutup dengan orasi kebudayaan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.
Sekretaris Panitia Kongres Sungai Indonesia 2015, Agus Gunawan Wibisono, mengatakan, selama lima dekade ini kondisi sungai di Indonesia memburuk. Pemerintah menyatakan sekitar 15 sungai besar yang penting bagi irigasi dan air minum kini dalam kondisi kritis. “Penyebabnya adalah antara lain pencemaran, sedimentasi dan kerusakan di daerah hulu,” ujarnya saat media gathering Kongres Sungai Indonesia di Hotel Kesambi, Kota Semarang, Kamis (11/6).
Sungai merupakan pusat peradaban bagi kelangsungan hidup dan kesejahteraan bersama. Tidak hanya oleh manusia, tetapi juga semua makhluk hidup laiannya. Oleh karena itu, keberadaan sungai harus tetap dilestarikan untuk kelangsungan hidup generasi masa depan. Diperlukan adanya gotong royong dari semua pihak untuk mewujudkannya.
Alasan lain mengapa kongres ini penting, ujar Gunawan, karna sungai kian terpinggirkan. Selain itu sungai telah mengalami defisit air.
Kongres Sungai Indonesia (KSI) 2015 merupakan acara yang diselenggarakan kali pertama secara nasional. Acaranya akan menghadirkan para pemangku kepentingan sungai meliputi birokrat, akademisi, pegiat non pemerintah, pelaku usaha, profesional, dan kelompok masyarakat daerah aliran sungai pada umumnya.
“Kongres Sungai Indonesia dimaksudkan untuk ruang temu berbagai pihak guna membahas realitas, mengkonsolidasi pikiran dan menyusun rancang strategis kerja bersama untuk pewujudan sungai sebagai pusat peradaban bagi kelangsungan hidup dan kesejahteran bersama,” katanya.
Dijelaskannya, ada enam isu besar yang akan menjadi bahasan dalam pelaksanaan KSI mendatang. Yaitu tentang ekologi, energi, ekonomi, hankam, maritim, dan budaya. Acara yang dikemas dalam bentuk persidangan itu nantinya akan merumuskan rekomendasi terkait isu masing-masing sehingga dapat menjadi maklumat bagi pemerintah selaku penentu kebijakan. “Perlu ada regulasi untuk menyelamatkan sungai ini,” tuturnya.
Banyak acara yang akan digelar serangkaian Kongres Sungai Indonesia ini. Seperti Festival Sungai, prosesi Parak Iwak, dan lainnya. (yon)

To Top