Diperiksa Sembilan Jam, Hendi Bilang: Saya Lapar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Diperiksa Sembilan Jam, Hendi Bilang: Saya Lapar

SEMARANG, RAJA – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi diperiksa Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan kolam retensi tahun 2014 yang terletak di Muktiharjo Kidul, Pedurungan Semarang. Orang nomor satu di Kota Semarang itu diperiksa selama sembilan jam.

“Diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Hartadi kemarin.

Hartadi menuturkan, pihaknya memanggil Hendi, sapaan Hendrar Prihadi, sebagai saksi atas beberapa orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek kolam retensi.

“Dia sebagai saksi. Dia sebagai kepala daerah dimana di daerahnya terjadi pembangunan kolam retensi. Harusnya dia tahu apa yang terjadi di wilayahnya,” ujarnya.

Menurut Hartadi, sikap Hendi cukup kooperatif. Hal itu dibuktikan dengan kedatangannya memenuhi panggilan penyidik secara langsung dan tepat waktu.

Berdasarkan perhitungan sementara oleh penyidik, kerugian negara dalam kasus ini sekitar Rp1 miliar. Namun, terkait kerugian secara pasti, Kajati masih menunggu hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Pastinya belum tahu berapa kerugian negaranya. Kami menyerahkan pada BPK dan masih menunggu hasilnya,” tandasnya.

Sementara itu, Hendi datang ke kejaksaan sekira pukul 08.45 WIB. Politisi PDI Perjuangan itu tiba di kantor Kejati Jateng satu jam lebih cepat sebelum jadwal pemeriksaan.

Mengenakan baju batik warna merah, dia ditemani ajudannya menumpang mobil Toyota Innova berwarna putih. “Dia (Hendi) datang, mengisi daftar tamu pukul 08.45,” kata salah seorang pos piket jaga.

Setelah selama sembilan jam menjalani pemeriksaan, Hendi akhirnya keluar dari ruangan sekira pukul 18.00. Dia tampak buru-buru menuju tangga untuk kembali ke mobil yang diparkir di belakang kantor Kejati.

Dia pun menjawab pertanyaan sambil berjalan. “Saya diperiksa dari tadi pagi. Saya lapar,” kata dia singkat ketika ditanya mengenai kasus tersebut.

Hendi mengatakan bahwa dirinya mendapat 32 pertanyaan berkait kesaksiannya dalam kasus yang menyeret Kepala PSDA-ESDM Kota Semarang, Nugroho Joko Purwanto. Dia enggan menjelaskan dan melimpahkannya kepada penyidik. “Tanya penyidik saja,” pungkasnya.

“Tadi diperiksa seputar kolam retensi sebagai saksi. Ada 32 pertanyaan tadi. Sudah ya saya lapar ini,” ucap Hendi seusai pemeriksaan.

Sebelumnya diberitakan, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah menetapkan Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Energi Sumber Daya Mineral Kota Semarang Nugroho Joko Purwanto sebagai tersangka korupsi pembangunan kolam retensi tahun 2014. Tersangka merupakan kuasa pengguna anggaran pada proyek yang berlokasi di Muktiharjo Kidul, Pedurungan Semarang itu. Proyek tersebut dibiayai oleh APBD Kota Semarang tahun 2014.

Tersangka lainnya adalah Sekretaris Dinas Rosyid Hudoyo sebagai tesangka dan tiga tersangka lainnya dari pihak konsultan proyek dan kontraktor.

Kontraktor pekerjaan proyek ini adalah PT Harmony International Technology. Nilai kontraknya sebesar Rp33,722 miliar dari pagu Rp34,900 miliar yang bersumber dari APBD 2014.

Sementara itu, Kasi Penerangan Hukum Kejati, Eko Suwarni menuturkan, bahwa Hendi sudah kooperatif datang memenuhi panggilan Kejati sebagai saksi.

Ia mengaku, dalam penyidikan memang diperlukan sejumlah saksi untuk mengungkap kasus yang sedang ditangani oleh Kejati dan pertanyaan yang diajukan hanya seputar kasus kolam retensi

“Dengan kesaksian dia (Hendi) diharapkan bisa membantu proses penyidikan, supaya penyidikan ini cepat selesai,” tukasnya. (art)

loading...
Click to comment
To Top