Dua Pekan, Delapan Orang Tewas di Jalan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Dua Pekan, Delapan Orang Tewas di Jalan

KENDARI – Jajaran Lalu Lintas (Lantas) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil menjaring 3.716 unit kendaraan milik pengendara nakal. Para pelanggar Lantas tersebut terjaring dalam Operasi Patuh 2015, yang dilaksanakan sejak 27 Mei hingga 9 Juni.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sultra Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Drs Asrul Aziz MAP mengatakan, ribuan pelanggar tersebut merupakan hasil operasi yang dilakukan anggota Lantas Polda Sultra dan jajaran Lantas Kepolisian Resor (Polres) di wilayah hukum Polda Sultra.

“Dari jumlah pelanggar tersebut, 3.654 kita kenakan sanksi tilang. Sementara, 62 pelanggar hanya dikenakan sanksi teguran,” jelas perwira polisi dengan tiga melati di pundak ini, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (9/6).

Polisi yang akrab disapa Asrul ini menambahkan, jenis kendaraan yang terlibat pelanggaran didominasi sepeda motor yang berjumlah 3.014 unit. Lalu, mobil penumpang sebanyak 370 unit, mobil barang 199 unit, dan mobil bus berjumlah 71 unit.

Untuk barang bukti yang disita dari pengendara nakal tersebut, beber dia, terdiri dari surat izin mengemudi (SIM) sebanyak 570 lembar, surat tanda nomor kendaraan (STNK) 1.241 lembar, dan kendaraan 1.843 unit. “Pelanggarnya didominasi usia 21-25 tahun dengan jumlah 811 orang. Kemudian usia 16-20 tahun berjumlah 731, lalu 26-30 tahun sebanyak 637 orang, 31-35 tahun 461 orang, serta 119 pengendara di bawah umur yang natara lain berusia 0-15 tahun. Sementara sisanya adalah pelanggar 36-60 tahun keatas,” jelasnya.

Masih kata Asrul, bila dikelompokan menurut pekerjaan pelaku pelanggar lalu lintas, karyawan atau pekerja swasta menduduki jumlah tertinggi, yakni 2.449 orang. Selanjutnya, pelajar atau mahasiswa berjumlah 732 orang, pegawai negeri sipil (PNS) sebanyak 299 orang, pengemudi 89 orang, anggota Polri dua orang. Sementara anggota TNI nihil.

Dalam operasi yang dilaksanakan dua pekan tersebut, sambung dia, anggota juga menemukan 34 kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas). Dari 34 kasus itu, rinci Asrul, delapan orang di antaranya meninggal dunia, 13 orang mengalami luka berat, 39 menderita luka ringan. Sementara kerugian materil akibat Lakalantas tersebut, diperkirakan mencapai lebih Rp 190 juta.

“Sasaran dalam operasi ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas, sehingga kita bisa menekan angka kecelakaan, kita bisa mengurangi kemacetan. Dan, yang lebih penting disini untuk mengingatkan kepada masyarakat tentang pentingnya keselamatan dalam berkendara,” ujarnya.

Lebih lanjut Asrul mengungkapkan, pelanggaran yang ditemukan anggota di lapangan adalah kebanyakan surat-suta kendaraan tidak lengkap dengan jumlah 1.056 unit. Kemudian, pengendara yang tidak memakai helm berjumlah 665 perkara, melawan arus 300 kasus, sisanya pelanggaran lain-lain. (BKK)

loading...
Click to comment
To Top