Konflik Peradi, Juniver Girsang Cs Dipolisikan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Konflik Peradi, Juniver Girsang Cs Dipolisikan

JAKARTA – Konflik internal di Perhimpunan Advocat Indonesia (Peradi) memasuki babak baru yang bergulir hingga ke jalur hukum. Perpecahan di organisasi pengacara itu muncul menyusul langkah ketua panitia pelaksana musyawarah nasional (munas) Peradi di Makassar, Victor Waryan Nadapdap melaporkan Juniver Girsang ke Polda Metro Jaya, Rabu (10/6) petang.

Laporan ke polisi itu didasari pada langkah Juniver mengklaim sebagai ketua umum dewan pengurus nasional (Depinas) Peradi meski munas yang digelar di Makassar berakhir deadlock.  Menurut Victor, langkah Juniver mengklaim sebagai ketua umum Depinas Peradi jelas tak berdasar sehingga dilaporkan ke polisi dengan dugaan telah melakukan pemalsuan dokumen.

“Kami sebagai panitia Munas di Makassar melaporkan Juniver Girsang dengan persangkaan memberi keterangan yang tidak sebenarnya ke dalam akta otentik sebagaimana Pasal 266 ayat 1 dan 2 KUHP (pemalsuan dokumen, red),” ujar Victor melalui siaran pers ke media, Kamis (11/6).

Victor menegaskan, munas II Peradi di Makassar pada Maret lalu yang sudah sempat dibuka, akhirnya ditunda pelaksanaannya karena situasi keamanan yang tidak kondusif. Karenanya tidak ada proses pemilihan ketua umum.

Namun, lanjut Victor, justru kubu Juniver memasang iklan pengumuman di sebuah surat kabar nasional pada 13 Mei 2015 dan mengklaim sebagai pengurus Peradi yang sah. Merujuk pada iklan itu, Juniver juga mencatatkan Peradi yang dipimpinnya ke notaris Irmawaty Habie.

Karenanya Victor mengharapkan polisi segera menindaklanjuti laporannya. “Sehingga masyarakat, pemerintah maupun kalangan advokat tidak dibingungkan karena seakan-akan Munas II Peradi di Makassar telah menghasilkan kepengurusan baru,” tegasnya.

Laporan Victor ke Polda Metro Jaya tertuang dalam laporan bernomor LP/2287/VI/2015/PMJ/Dit Reskrimum tanggal 10 Juni 2015. Terlapornya adalah Juniver Girsang, Yohanis A Raharusun, Sabar Ompu Sunggu dan Iwan Ampulembang yang diduga melakukan pemalsuan. (jpnn)

loading...
Click to comment
To Top