Mari Bersaing Secara Sehat – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Politik

Mari Bersaing Secara Sehat

SEMARANG, RAJA – Suhu politik di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah, termasuk Kota Semarang, menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) semakin ‘panas’. Sejumlah pihak pun berharap masyarakat tetap menjaga kondusivitas wilayah dan tak mudah terprovokasi. Apalagi pelaksanaan pilkada di setiap daerah sangat rentan gesekan atau konflik horisontal.

Hal itu disampaikan Danur Rispriyanto, anggota DPRD Kota Semarang, Rabu (10/6). Selain masyarakat, dirinya juga berharap kepada para calon untuk bisa bersaing secara sehat. Program kerja, visi, dan misi harus dikedepankan untuk menggaet simpati masyarakat.

“Yang perlu diwaspadai biasanya kampanye hitam (black campaign) jelang pelaksanaan pilwakot. Masyarakat harus cerdas memaknai semua isu yang berkembang di masyarakat. Karena dinamika politik jelang pilkada, biasanya bersuhu tinggi. Ini yang harus disikapi secara dewasa,” katanya, Rabu (10/6).

Sementara dalam peluncuran Tahapan Pilwakot 2015, Walikota Hendrar Prihadi juga berharap, kondusivitas Kota Semarang tetap terjaga jelang pilwakot. Dia mengatakan Pilwakot Semarang 2015 merupakan proses demokrasi yang harus dilewati untuk memilih pemimpin daerah. “Siapapun yang jadi adalah saudara yang harus didukung bersama ketika menjadi kepala daerah,” ungkapnya.

Ketua KPU Kota Semarang, Henry Wahyono mengatakan bahwa kali ini KPU sebagai penyelenggara memasuki masa krusial. “Saat ini masuk waktu penyerahan dukungan calon independen dan pemutakhiran data pemilih. Setelah itu akan masuk masa penting lain, yaitu masa kampanye, masa tenang dan penghitungan,” kata dia saat meluncurkan maskot Pilwalkot Semarang.

Maskot Pilwalkot Semarang adalah Pakde Waras (Paku Demokrasi Masyarakat Semarang) dan Sikora (Si Kotak Suara). Maskot itu diperkenalkan dalam lauching tahapan Pilwalkot di Ruang Lokakrida, Balaikota Semarang malam tadi, Selasa (9/6) malam, oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang.

Henry Wahyono berharap, dalam memasuki masa Pilwakot seperti ini, semua pihak menyambut dengan hati yang terbuka dan gembira. “Dengan begini, akan terbangun Pilwakot yang akuntabel dan transparan sehingga meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses pesta demokrasi,” tambahnya.

Henry bersama timnya akan berusaha menciptakan Pilwakot yang baik. Baginya, Pilwakot yang baik adalah Pilwakot yang prosesnya jelas tetapi hasilnya tidak bisa diprediksi.

Anggota KPU Kota Semarang juga tengah melakukan rapat kerja di Jakarta untuk membahas sistem informasi data pemilu. “Kami masih menunggu penyerahan dukungan dari calon perseorangan. Siapapun calonnya, mudah-mudahan bisa segera masuk agar bisa segera kami teliti,” ungkapnya. (Art-dbs)

To Top