Pelayanan BPJS Kesehatan Dikeluhkan Hotel – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Pelayanan BPJS Kesehatan Dikeluhkan Hotel

FAJARONLINE,MAKASSAR – Sejumlah pengusaha hotel dan restoran di Makassar meminta Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kota Makassar memperbaiki pelayanan di seluruh rumah sakit se Kota Makassar yang bekerjasama dengan pihaknya. Pasalnya, pihak perusahaan hotel menganggap selama ini melakukan pembayaran tetapi pelayanan BPJS tidak maksimal.
General Manager Regency Hotel, Djamaluddin Amra menegaskan, saat ini pihaknya rutin melakukan pembayaran iuran BPJS Kesehatan tiap bulan. Ironisnya, kata Djamaluddin, yang didapatkan di RS tidak seperti apa yang dikampanyekan pihak BPJS Kesehatan. Buktinya banyak karyawan yang ketika membutuhkan perawatan dengan rawat inap kerap dipersulit dalam pengurusan administrasi, tidak hanya itu, kamar sesuai dengan iuran yang dibayarkan selalu full.
“Kenyataannya kami terkadang dapat perlakuan tidak adil dari BPJS Kesehatan. Buktinya belum lama ini ada karyawan kami yang masuk dalam rawat inap tetapi malah dipersulit di bagian administrasi,”katanya, Kamis 11 Juni.
Kepada awak media, ia menyarankan sebaiknya BPJS Kesehatan, jika tidak ada kamar kosong maka mereka tidak boleh lepas tanggung jawab, lantaran selama ini kewajiban karyawan sudah di penuhi perusahaan.
“Tidak hanya ditinggalkan begitu saja maka sebaiknya diberikan solusi. Apalagi kami juga sudah melakukan tanggung jawab,” harapnya.
Hal ini terungkap setelah belum lama ini dilakukan rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi D dengan Pihak Pemkot, BPJS dan Rumah Sakit.
Hal yang juga diungkapkan HRD Hotel Grand Selino, Hasrianti. Menurtnya, pelayanan yang diberikan pihak BPJS Kesehatan tidak memuaskan. Bahkan kerap mendapat kelakuan dari petugas rumah sakit yang tidak sopan.
“Kita itu seakan dibedakan dengan yang umum, mereka pasien yang berduit dapat pelayanan maksimal dan kamar,” keluhnya.
Selain pada BPJS yang disoroti, juga pelayanan data BPJS Ketenagakerjaan, menurutnya jika banyak data yang karyawannya yang belum terinput serta hingga saat ini belum ada kartu yang diterimah dari BPJS Ketenagakerjaan. (taq/wik)

To Top