Teater Bina Generasi Angkat Kisah “Pattodioloang” – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Teater Bina Generasi Angkat Kisah “Pattodioloang”

FAJARONLINE, POLEWALI – Teater Bina Generasi SMK Biges Kabupaten Polman menjadi pementas terakhir pada gelaran festival teater putih abu-abu (FTPA) ke-6 se-Sulawesi Barat (Sulbar). FTPA dihelat Komunitas Seni Sastra dan Teater (Kosaster) Siin Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) di aula HS Mengga pun kian menarik.

Teater Bina Generasi pentas dengan naskah “Pattodioloang”. Teater yang disutradarai Nurfani Rahmat itu membuat betah para penonton. Penonton dibuat larut pada masa lalu tanah Mandar. Karya “Pattodioloang” diangkat dari cerita rakyat selalu diperdengarkan orang tua di tanah Mandar. Juga cerita pengantar tidur anak-anak. Mulanya, sepasang suami istri beserta satu anaknya hidup di tepian hutan. Suami berangkat berburu dan istri menyiapkan makanan.

Ibu menyimpankan makanan untuk suaminya. Persediaan makanan telah habis. Sebaliknya sang anak juga merasa lapar, namun i sang bapak belum pulang membawa hasil buruan.

Anak merengek meminta makan, tapi ibu tak bisa membagi makanan “Jepa” padanya. Makanan yang disimpan untuk suaminya saja. Anak terus merengek. Ibu tak tega melihat anaknya merasa lapar lalu dibaginya makanan padanya. “Di sini lah konfliknya karena suami pulang dan ibu telah ingkar janji pada suaminya. Bapaknya tak mau tahu pada siapa makanan itu dibagi. Jelasnya, janji harus ditepati dan kata-kata cukup sekali saja diucapkan. Itu pesan leluhur kita,” ujar Pembina Teater Bina Generasi, Icha menerangkan pesan moral dari teater “Pattodioloang” itu. (ham)

loading...
Click to comment
To Top