BNN Razia Tempat Kos – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

BNN Razia Tempat Kos

SEMARANG, RAJA – Petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah mengamankan empat orang pemuda saat melakukan razia tempat kos putri di Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang, Kamis (11/6). Keempat pemuda ini dinyatakan positif mengonsumsi narkoba.

Petugas gabungan BNNP, Satpol PP Kota Semarang, TNI dan Polri melakukan pemeriksaan dan pendataan di rumah kos tersebut. Para penghuni juga diwajibkan melakukan tes urine secara bergiliran dan empat orang dinyatakan positim mengandung amphetamine.

Keempat pemuda bernama In (23), Ek (24), Pt (20), dan Sr (23). Mereka sempat berdalih tak bisa buang air kecil, namun karena dipaksa petugas, para pemuda itu akhirnya mengumpulkan urine masing-masing.

Kendati demikian, salah seorang pemuda, Sr, belum bisa mengeluarkan urinenya meski sudah dipaksa petugas. Kemudian, berdasarkan hasil tes, tiga orang yang sudah diperiksa dinyatakan positif menggunakan narkoba.

“Setelah selesai dites, urine ketiga pemuda ini mengandung amphetamine, yakni sebuah zat yang digunakan sebagai bahan dasar sabu. Tapi mereka berdalih hanya memakai obat oplosan dari obat batuk dan obat sakit kepala,” kata Kabid Pemberantasan BNNP Jawa Tengah, AKBP Suprinarto, di sela-sela razia.

Salah seorang yang diamankan, Ek mengaku ia dan ketiga temannya hanya berkunjung di kamar kos adiknya. “Adik lagi keluar, beli makan, saya ke sini cuma main. Sebelumnya, kita minum oplosan itu dulu di Jalan Layur, kita beli obat batuk cair seharga Rp50 ribu lalu dicampur obat sakit kepala,” kata Ek.

Untuk mengantisipasi maraknya narkoba, pihak BNNP akan menerapkan program satgas antinarkoba di sekolah-sekolah. Dengan pengawasan dari internal sekolah, peredaran narkoba dapat lebih diantisipasi sejak awal.?

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jateng, Brigjend Pol Amrin Romico mengatakan, program satgas antinarkoba di sekolah merupakan langkah progresif untuk langsung melibatkan pihak sekolah sebagai barisan pertama melawan narkoba. “Konsepnya seperti PKS (patroli keamanan sekolah). Ini agar bisa menjaga lingkungan sekolah dari narkoba yang mengincar generasi muda,” kata dia ketika mendampingi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam program Gubernur Mengajar di SMAN 6 Surakarta, Kamis (11/6)?.

Namun, langkah tersebut masih sekadar konsep yang terus disusun regulasinya. BNN sendiri sudah terus mengkampanyekan bahaya narkoba di sekolah-sekolah dan kampus dalam bentuk kegiatan seminar dan diskusi. “Kami akan mulai dari sekolah dulu (satgas antinarkoba), nanti akan kami lakukan sebagai kampanye antinarkoba di kampus dan lain-lain,” imbuhnya.

Langkah lain, kata dia, dengan menggalakkan para pengguna narkoba untuk sukarela melapor. Bisa juga melaporkan keluarga atau lingkungannya yang merupakan pemakai. Mereka yang melapor secara sukarela tidak akan dikenai hukuman pidana, melainkan akan diberikan rehabilitasi pengobatan di Puskesmas, rumah sakit maupun lembaga swasta lainnya. “Jangan takut melapor. Jika sukarela, akan dijamin tidak dikenai hukum pidana,” beber Amrin.

Langkah kedua adalah represif dengan razia, baik di kafe, hotel-hotel, karaoke maupun sekolah. Namun jika BNN mendapati para pengguna terjaring dalam upaya razia ini, mereka akan dikenai hukum pidana. (ms)

loading...
Click to comment
To Top