Hebat..! Sulsel Lima Kali Berturut-turut Raih WTP dari BPK – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Hebat..! Sulsel Lima Kali Berturut-turut Raih WTP dari BPK

JAKARTA- Kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo di Provinsi Sulawesi Selatan, ternyata bukan sekedar menghasilkan pujian, tapi juga bukti prestasi.

Salah satunya adalah raihan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diberikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan atas laporan keuangan provinsi tersebut. Tak tanggung-tanggung predikat WTP itu diraih lima kali berturut-turut. Terakhir, BPK kembali memberikan predikat WTP untuk laporan keuangan Provinsi Sulsel tahun 2014.

“Penghargaan atas pencapaian ini, merupakan yang kelima kalinya secara berturut-turut,” kata Syahrul di Jakarta, Jumat (12/6).

Laporan keuangan berpredikat WTP, kata Syahrul, pertama kali diraih pada tahun 2010. Setahun berikutnya pada laporan keuangan tahun 2011, Sulsel juga kembali diganjar predikat WTP oleh BPK.

“Kemudian predikat WTP kami raih pada tahun 2012, 2013, dan 2014,” lanjutnya.

Kemarin, hasil audit laporan keuangan Provinsi Sulsel dengan predikat WTP, diserahkan langsung oleh Anggota BPK Moermahadi Soerja Djanegara kepada Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, di Makassar.

Predikat WTP sendiri merupakan opini tertinggi yang dikeluarkan badan pemeriksa. Hal ini berdasarkan UU 15/2004. Opini ini diberikan kepada kementerian atau lembaga yang berhasil menyajikan secara wajar semua hal yang dari sisi material, posisi keuangan, dan laporan realisasi anggara (LRA) sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).

“Setiap tahun BPK memberikan penilaian atau opini terhadap laporan keuangan kementerian atau lembaga pelaksanaan anggaran tahun sebelumnya,” katanya.

Syahrul menambahkan, penghargaan yang diraih, merupakan apresiasi atas hasil kerja keras dan kepatuhan aparatur Pemerintah Provinsi Sulsel terhadap perundang-undangan yang berlaku.

Selama menakhodai Sulsel, Syahrul dikenal konsisten melakukan komputerisasi terhadap sejumlah sistem di jajaran birokrasinya.  Menurut Syahrul, ini demi transparansi, sekaligus melakukan peningkatan sumber daya manusianya, khususnya pada bagian pengelola keuangan untuk menjamin hadirnya kualitas kerja yang berkelanjutan.[wid/rmol]

Click to comment
To Top