Pasar Kliwon Bakal Dipoles – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Pasar Kliwon Bakal Dipoles

KUDUS, RAJA – Kekuatan ekonomi nasional ada pada kekuatan ekonomi kerakyatan. Dan itu di antaranya ada di pundak para pelaku usaha kecil, pedagang kali lima (PKL), dan para pedagang yang ada di pasar tradisional. Demikian pernyataan Bupati Kudus H. Musthofa pada beberapa kesempatan.

Terlebih lagi Kudus memiliki pasar tradisional yang memiliki nilai transaksi hingga Rp12 miliar setiap harinya. Tak salah apabila bupati Kudus memberikan julukan pasar Kliwon sebagai tanah abangnya Jawa Tengah. Kemacetan lalu lintas bukan hal baru di seputar pasar yang pernah terbakar tahun 2011 lalu itu.

Bupati yang juga anak seorang pedagang itu ingin menata agar Kudus tetap cantik. Dalam arti kotanya tertata dengan bagus. Salah satunya adalah pasarnya bersih, tertata rapi, lalu lintas lancar, dan penataan parkir yang baik. Sehingga pengunjung akan dibuat nyaman ketika berbelanja atau sekadar ’mampir’ untuk ’berwisata’ ke pasar yang berlokasi di jalan Jenderal Sudirman itu.

Bersama sejumlah pimpinan SKPD, di antaranya Dinas Dagsar, Dinas Inkop UMKM, Dinas Cipkataru, Dushubkominfo, Dinas BPESDM, Satpol PP, dan Kantor Kesbangpol, bupati meninjau secara langsung ke lokasi, Selasa (9/6). Ada bau tak sedap ketika bupati dan sejumlah kepala SKPD tersebut berada di lokasi PKL di sebelah barat pasar. Selain itu, masih ada tenda dan lapak pedagang yang ditinggal di sekitar lokasi berjualan.

”Saya ingin pedagang lebih tertib. Selesai berjualan malam hari, harus langsung dibersihkan. Tidak usah menunggu pagi. Jadi tidak menyisakan sampah dan bau seperti ini,” tegas bupati.

Bupati pun langsung menggelar briefing dengan SKPD terkait tersebut. Dirinya menginginkan adanya penataan lokasi termasuk parkir dan tenda PKL yang bagus sehingga tidak mengganggu lalu lintas. Selain itu drainase yang ada akan dibuat lebih baik aliran airnya. Tentunya semua yang dilakukannya bagi kepentingan bersama harus didukung seluruh pedagang dalam menjaga kebersihan.

Sementara itu, terkait dengan solusi parkir dan arus lalu lintas, Dishubkominfo membuat rencana akan membuka Jalan Menur menjadi ke arah barat (masuk dari Jalan HOS Cokroaminoto). Hal ini dilakukan untuk mempermudah akses dan memberi kenyamanan pengunjung yang dari arah timur seperti Pati ke pasar Kliwon.

Selanjutnya para PKL yang ada di sebelah barat pasar Kliwon akan dirapikan. Termasuk rencana penggunaan satu tenda bagi pedagang pagi dan malam hari. Sedangkan bahu jalan akan dimaksimalkan bagi area parkir mobil dan motor. Jika semua tertata dan telah dipoles dengan baik, tentunya cita-cita bupati agar Kudus terlihat cantik akan jadi kenyataan.

”Ini tempat bagi para pedagang mencari nafkah. Maka harus dibuat yang bagus, rapi, dan bersih. Sehingga pembeli akan nyaman untuk datang dan berbelanja,” imbuhnya.

Sebelumnya, bupati juga melihat secara langsung kondisi pasar Jember. Di sana dirinya ingin akses keluar masuk kendaraan bisa tetap lancar. Termasuk kebersihan lingkungan dan fasilitas di pasar, tentunya diwajibkan untuk tetap terjaga dengan baik. Dirinya juga melihat lokasi tempat tradisi Dandangan berlangsung di Jalan Sunan Kudus dengan mengendarai sepeda motor.(*)

loading...
Click to comment
To Top