PNS Perempuan DPU Jeneponto Tertangkap Memakai Narkoba – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

PNS Perempuan DPU Jeneponto Tertangkap Memakai Narkoba

FAJAR ONLINE, JENEPONTO — Seorang pegawai negeri sipil (PNS) Pemkab Jeneponto kembali tertangkap tangan karena menggunakan narkotika. Kali ini PNS perumpuan tersebut bernama Amaliah Rahayu Tompo alias Ayu, 31, sehari-hari bekerja sebagai staf di Dinas Pekerjaan Umum (DPU )Jeneponto.

Amaliah Rahayu Tompo ditangkap Satuan Reskrim Narkoba Polres Jeneponto saat sedang memakai narkoba jenis sabu-sabu di ruang tamu rumahnya di kawasan Rusunawa lantai 4 kamar nomor 4 di tepatnnya di jalan Karya Baru, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, pada Kamis malam 11 Juni, pukul 23.30 Wita.

Kapolres JenepontoAKBP Joko Sumarno mengakui, betul Reskrim Narkoba telah menangkap Amaliah Rahayu Tompo alias Ayu yang sedang mengisap sabu-sabu dari Informasi warga di Rusunawa tersebut.

Setelah mendapat informasi tersebut anggotanya langsung melakukan pengintaian dan langsung menangkap tersangka. “Saat ditangkap, dari tangan PNS itu dapat 12 Sachet plastik berisikan sabu-sabu, kata AKBP Joko Sumarno saat di konfirmasi koran FAJAR, Jumat 12 Juni.

Selain barang bukti 12 Sachet plastik sabu-sabu, petugas menyita dua unit Handphone, satu alat bong, dua pireks kaca, tiga pipiet plastik, empat sendok pipet dan satu tas merk Gosh warna hitam putih.

Diungkapkannya, Amaliah Rahayu Tompo alias Ayu merupakan target operasi Satuan Reskrim Narkoba Polres Jeneponto, karenaa selama ini menurut masyarakat, Ayu merupakan pengedar perempuan narkoba jenis sabu.

“Tersangka merupakan pemakai narkoba dan sebagai pengedar narkoba di Jeneponto. Tersangka sudah lama menjadi incaran petugas,” ujar AKBP Joko Sumarno. Dari hasil pemeriksaan, Amaliah Rahayu Tompo alias Ayu mengambil barang haram tersebut dari temannya yang juga bandar besar, untuk dijualnya di Jeneponto.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kata Kapolres Jeneponto pihaknya mengenakan bahwa pelaku UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Ancamannya di atas 5 tahun. Saat ini tersangka masih dalam pemeriksaan,” ujarnya. Tersangka akan kita bawah ke Labfor untuk memeriksa  urinenya sebagai kelengkapan berita acara pemeriksaan.

Selain itu, pihaknya terus melakukan pengembangan menelusuri pasien tersangka sebagai pemakai narkoba di daerah ini. Kali ini, kata Joko Sumarno, PNS yang sudah menjadi tersangka narkoba menjadi tiga orang. Beberapa bulan lalu, pihaknya menangkap pertama mantan kepala Bidang BPBD Jeneponto Jamaluddin karaeng Baso. Kemudian pihaknya menangkap mantan Kepala Lingkungan Hidup (KLH)Jeneponto Rusli Ramli.

Kedua kasus narkoba mantan pejabat telah diserahkan ke Kejaksaan setempat, dan saat ini sedang bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Jeneponto. Untuk kasus narkoba mantan Kabid BPBD Jeneponto telah masuk pembacaan tuntutan JPU, dengan tuntutan jaksa selama 20 tahun penjara.

Sementara mantan KLH Jeneponto Rusli Ramli baru diserahkan berkaskannya ke PN Jeneponto. Informasi dari Pengadilan Negeri Jeneponto, Rusli Ramli akan mendapat hukuman rehabilitasi di makassar, karena dia dianggap sebagai pemakai bukan pengedar atau bandar narkoba. (lom)

loading...
Click to comment
To Top