Hasil Tes Urine PNS DPU Jeneponto Positif Mengkonsumsi Sabu # Dijerat Pasal Berlapis Terancam 20 Tahun Penjara – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Hasil Tes Urine PNS DPU Jeneponto Positif Mengkonsumsi Sabu # Dijerat Pasal Berlapis Terancam 20 Tahun Penjara

FAJARONLINE, JENEPONTO – Pasca sehari penangkapan seorang Pegawai negeri  Sipil (PNS) Pemkab Jeneponto, Amaliah Rahayu  Tompo alias  Ayu, 30 oleh satuan reskrim Narkoba Polres Jeneponto, akhirnya hasil tes urine PNS perempuan  yang sehari-hari bekerja sebagai staf Dinas Pekerjaan Umum (DPU )Jeneponto, positif memakai narkoba jenis sabu-sabu.
Kasat Reskrim Narkoba Polres Jeneponto  AKP  Arivalianto Bermuli menegaskan, dari hasil tes darah, kencing, dan termasuk alat pengisap bersangkutan, positif menggunakan narkoba jenis sabu-sabu.
Amaliah Rahayu Tompo alias Ayu  yang telah dinyatakan positif hasil tes labfor, maka pihaknya langsung menetapkan dia sebagai tersangka kasus narkoba. “Kemarin belum kita jadikan sebagai  tersangka, karena hasil labfor belum ada. Adanya hasil urine maka kita sudah tetapkan sebagai tersangka,” AKP Arivalianto Bermuli kepada FAJAR ONLINE, Sabtu malam 13 Juni.
Dari hasil keterangan tersangka, kata AKP Arivalianto Bermuli, bahwa tersangka mengakui sudah lama memakai sabu. Amaliah Rahayu yang pernah dihukum penjara dalam kasus berbeda juga mengakui menjadi pengedar narkoba di Jeneponto.
“Tersangka Staf DPU Jeneponto saat ini, sudah mendekam dalam sel Polres Jeneponto untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya,” ujar Arivalianto Bermuli. Kini kasusnya  sedang di proses penyidik narkoba.
Tersangka sudah lama menjadi TO dijerat dengan pasal berlapis atau dua pasal, yakni  pasal  112 ayat 1 dan pasal 127 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotik. “Tersangka dijerat pasal berlapis karena dia sebagai pemakai dan pengedar alias bandar dengan memiliki 12 sachet plastik berisi sabu-sabu,” ujar AKP Arivalianto Bermuli.
Untuk ancaman hukuman, Kasat Narkoba Polres Jeneponto menyatakan bahwa tersangka terancam penjara minimal 5 tahun dan maksimal selama 15 tahun. “Soal lamanya hukuman tergantung proses persidangan,” ujarnya.
Kronologis Penangkapan perempuan satu anak itu, berawal ada laporan masuk dari masyarakat pada Kamis malam 11 Juni lalu, sekitar jam 23.30 WITA dilakukan pengintaian dan setelah dinyatakan A-1. Maka dilakukan penggerebekan di ruang tamu rumahnya di kawasan Rusunawa, lantai 4 kamar nomor 4, tepatnnya di jalan Karya Baru, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu.
Dari hasil penangkapan sejumlah barang bukti (BB) berupa 12 Sachet plastik sabu-sabu,dua unit Handphone yang digunakan tersangka untuk melakukan transaksi sabu, satu alat bong, dua pireks kaca, tiga pipiet plastik, empat sendok pipet dan satu tas merk Gosh warna hitam putih.  Sebagian sabu-sabu sudah digunakan tersangka. Sehingga hasil pemeriksaan tes urinenya dinyatakan positif. (lom)
loading...
Click to comment
To Top