Jangan Khawatir, Stok Gas Melon Aman di Jateng – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Jangan Khawatir, Stok Gas Melon Aman di Jateng

SEMARANG, RAJA – Mengantisipasi langkanya persediaan gas elpiji 3 kg, Pemerintah akan menurunkan dua juta tabung melon. Pemerintah memprediksi kelangkaan tabung melon lantaran terjadinya migrasi penggunaan tabung gas 12 kg menjadi 3 kg oleh sejumlah rumah tangga di berbagai wilayah. Sementara PT Pertamina Marketing Operation Region IV Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta menjamin pasokan tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram selama bulan suci Ramadhan hingga Lebaran 2015, aman dan tidak akan ada kelangkaan.

Pihak pemerintah mengakui, terjatinya ‘panic buying’ (ketidakstabilan harga, red) merupakan fenomena yang mendorong untuk memicu harga elpiji 3 kg melambung tinggi di tingkat daerah, melebihi harga eceran tertinggi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah setempat.

Hal tersebut disampaikan oleh anggota Komisi VII DPR RI, Bowo Sidik Pangarso, saat sosialiasi empat pilar MPR RI di Gedung Ikatan Haji Muslimat (IHM), Kampung Domenggalan, Demak, kemarin.

Bowo menambahkan atas kondisi itu, pihaknya sempat menekan Dirgen Migas dan Pertamina, bahwa tingginya kebutuhan masyarakat akan penggunaan elpiji 3 Kg, belum sebanding dengan jatah kuota di tingkat daerah.

“Dan tahun ini Pertamina akan membuat dua juta tabung melon, mudah-mudahan bisa mengantisipasi kelangkaan elpiji 3 kilogram di tingkat daerah,” kata Bowo.

Bowo juga mengakui persoalan mendasar dari kelangkaan elpiji hingga muncul harga yang tinggi, karena jumlah kuota elpiji yang diturunkan oleh Pertamina ke tingkat daerah masih kurang. Pihaknya juga mendesak Pemkab Demak untuk meminta tambahan kuota.

“Saya sudah meminta Pemkab setempat segera meminta tambahan kuota. Tidak usah segan, kami akan kawal. Sudah tugas DPR RI untuk memperjuangankan kebutuhan untuk solusi persoalan yang ada di daerah pemilihannya,” jelasnya.

Sementara itu di tempat terpisah Mardi perwakilan dari agen PT Ngupoyo Rejeki Lestari Mulya yang beroperasi di Desa Loireng Sayung Demak menuturkan bahwa pasokan yang dikirim dari pihak Pertamina sudah ditambah kuoatanya.

Akan tetapi sambung Mardi, hal tersebut belum dapat mengirim secara maksimal ke seluruh pangkalan, dikarenakan di wilayah Sayung ada penambahan pangkalan tetapi tambahan tersebut belum sesuai jumlah pangkalan yang ada.

“Untuk saat ini di agen kami masih ada pasokan hingga menjelang bulan Ramadhan dan harga masih sesuai peraturan Gubernur Jawa Tengah,” kata Mardi kepada Rakyat Jateng.
Pihak PT Pertamina Marketing Operation Region IV Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta sebelumnya telah menjamin pasokan tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram selama bulan suci Ramadhan hingga Lebaran 2015, aman dan tidak akan ada kelangkaan.

“Kami menjamin tidak akan kekurangan gas elpiji 3 kg bersubsidi di pasaran selama Ramadhan dan Lebaran mendatang,” kata General Manager PT Pertamina Marketing Operation Region IV Jateng-DIY Kusnendar.

Hal tersebut disampaikan Kusnendar pada rapat gabungan dengan Komisi B dan D DPRD Jateng, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jateng, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng, serta Hiswana Migas Jateng membahas pasokan gas elpiji selama bulan Ramadhan hingga Lebaran.

Menurut dia, guna mengantisipasi kelangkaan elpiji 3 kg akibat tingginya permintaan masyarakat pada Ramadhan-Lebaran, PT Pertamina akan menambah pasokan sebesar 6-12 persen dari kebutuhan masyarakat tiap bulan. “Kami akan menambah pasokan elpiji 3 kg sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terjadi kelangkaan di pasaran,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, Kusnendar mengungkapkan bahwa penggunaan gas elpiji 3 kg di Jateng hingga Mei 2015 telah melebihi kuota yang telah ditentukan pemerintah. “Saat ini terjadi ‘over’ kuota penggunaan elpiji 3 kg sebesar dua persen, tapi kami menjamin pasokan tetap aman,” katanya.

Ia mengharapkan masyarakat segera melapor ke pihaknya jika mengetahui atau menemukan adanya kelangkaan gas elpiji di masing-masing daerah. (Fiz-dbs)

loading...
Click to comment
To Top