Kasus Nur Alam Jalan Ditempat, Jampidsus Diduga Terima Suap – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Kasus Nur Alam Jalan Ditempat, Jampidsus Diduga Terima Suap

JAKARTA – Kasus dugaan rekening gendut Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Nur Alam masih terus ditangani oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Dalam kasus tersebut, Nur Alam diduga melakukan tindak pidana korupsi senilai USD 4,5 juta (sekitar Rp 56 miliar).

Kasus ini sejatinya sudah mulai ada titik terang dengan adanya tersangka yang ditetapkan oleh Kejagung. Terlebih lagi sudah jelas adanya dugaan pencucian uang yang aliran dananya mengalir ke rekening Nur Alam melalui temuan Pusat Pelapora dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Kasus ini pun menjadi pusat perhatian pegiat anti korupsi. Untuk kasus Nur Alam, Aliansi Mahasiswa Sulawesi Tenggara (AMST) yang berada di Jakarta mendesak Jaksa Agung, HM Prasetyo terkhusus Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), Widyo Pramono untuk serius dalam menangani kasus tersebut.

“Kasus TPPU ini sudah diusut oleh Kejagung sejak 2013 silam dan hampir 3 tahun Tim Penyelidikan yang dibentuk oleh Jampidsus Widyo Pramono bekerja namun sampai saat ini tidak membuahkan hasil signifikan,” jelas Ketua Umum AMST, Wahidin Kusuma Putra kepada awak Fajar Online, Sabtu (13/6).

Lebih lanjut, dari Tim Bentukan Widyo Pramono sampai Satgassus HM Prasetyo, Kejaksaan Agung Tetap “tak punya taring” menuntaskan kasus dugaan korupsi Nur Alam. Dirinya meminta Jaksa Agung harus membenahi internal institusinya terlebih soal penyelidikan dugaan kasus korupsi Nur Alam.

“Pernyataan Maruli Hutagalung, Direktur Penyelidikan kasus dugaan TPPU Nur Alam dalam wawancara di media bahwa “Nur Alam masih dalam pendalaman, tunggulah”, pernyataan ini sudah ada sejak tahun 2013 dan ini menunjukkan kegagalan luar biasa Jampidsus Widyo Pramono,” tegasnya.

Bahkan, hingga Satgassus yang dibentuk Jaksa Agung memasuki umur kurang lebih 100 hari ini, penyelidikan kasus dugaan korupsi Nur Alam masih mandek seakan Kejagung kehilangan taring ketika dihadapkan dengan kasus dugaan korupsi Nur Alam. “Saya yakin ada oknum petinggi Kejagung yang disuap sehingga kejagung kehilangan taring diperhadapkan dengan Nur Alam,” sindirnya.

Olehnya itu, AMST meminta kepada Jaksa Agung agar segera turun tangan dalam menuntaskan kasus dugaan korupsi Nur Alam. “Bersihkan institusi Kejaksaan Agung dari oknum petinggi kejagung pemburu rente yang memperkaya diri dari kasus dugaan korupsi Nur Alam ini. Hal ini penting untuk memperbaiki citra Kejaksaan Agung serta menjalankan amanah Nawacita Presiden Jokowi,” tandasnya. (hrm)

loading...
Click to comment
To Top