ASPEK Indonesia Minta Ahok Serius Naikkan Upah Buruh – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

ASPEK Indonesia Minta Ahok Serius Naikkan Upah Buruh

FAJARONLINE, JAKARTA – Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) Mirah Sumirat menyampaikan bahwa upah minimum  buruh di Jakarta seharusnya di kisaran Rp 5 hingga Rp 7 Juta per bulan.

Hal tersebut disampaikan dalam workshop pengupahan ASPEK Indonesia yang diikuti oleh para pengurus Aspek Indonesia dari lintas daerah di Jakarta, Sabtu (13/6).

Menurut Mirah, upah tersebut didasarkan pada gaji sopir Busway yang digaji Rp 7 juta serta berdasarkan kebutuhan hidup di Jakarta sebagai kota metropolitan yang makin hari makin tinggi.

“Jadi sangat aneh jika upah minimum di Jakarta masih dibawah Rp 3 jutaan.” ujar Mirah yang menyindir kebijakan Pemerintah DKI Jakarta yang selalu menetapkan upah yang rendah.

Lebih lanjut Mirah menyampaikan, bahwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama atau Ahok harus serius menaikkan gaji buruh di Jakarta secara layak diangka  Rp 7 juta. “Ahok jangan koar-koar aja, mengklaim pro  buruh dan wong cilik tapi gaji buruh jakarta  lebih rendah dibawah gaji buruh di Karawang dan Bekasi.” tambahnya.

Sementara itu, Dosen FE Universitas Ekonomi yang juga anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta Aryana Satria menyatakan, bahwa kenaikan upah minimum di Jakarta setidaknya perlu naik sekitar 20%, “Hal ini didasarkan  pada inflasi dan pertumbuhan ekonomi di Jakarta yang lebih tinggi dari Bekasi dan Karawang, namun upah di DKI lebih rendah.” katanya menanggapi pemaparan Mirah dalam diskusi tersebut.

Di sisi lain, Sekertaris Jenderal KSPI Muhamad Rusdi yang juga hadir dalam workshop tersebut menyatakan bahwa,  KSPI akan menargetkan kenaikan upah 2016 naik 30% secara nasional. “Hal ini untuk mengejar ketertinggalan dari negara sekitar yang upahnya sudah mencapai angka Rp 3.5 juta,” terangnya.

Ditambahkan Rusdi, pemerintah jugaa harus wajib merevisi kuantitas item KHL dari 60 item menjadi 84 item serta   merevisi kualitas item Kebutuhan Hidup Layak (KHL), seperti item rumah, transportasi, listrik, daging, pendidikan dan rekreasi.

“Tidak realistis lah bila kebutuhan rekreasi di Jakarta hanya dihitung 1.900 perak per bulan. Termasuk kebutuhan daging hanya di hitung sekitar RP 50 ribu rupiah perbulan.” katanya.

Ditegaskan Rusdi, pasca Lebaran nanti rencananya KSPI akan kembali bergerak secara totalitas di seluruh daerah untuk memperjuangkan kenaikan upah sebesar 30% dan menuntut revisi KHL dari 60 menjadi 84 item serta menolak kenaikan upah dua tahun atau lima tahun sekali.

loading...
Click to comment
To Top