Malam Ini, Tim Penjaringan Pilkada ARB – Agung Berunding – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Pilkada

Malam Ini, Tim Penjaringan Pilkada ARB – Agung Berunding

JAKARTA – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak bakal digelar 9 Desember. Partai-partai politik kini sudah ada yang membuka pendaftaran untuk menjaring para kandidat kepala daerah. Tak terkecuali Partai Golkar yang kini masih berpolemik.

Namun demikian, Tim penjaringan calon kepala daerah untuk persiapan Pilkada serentak 2015, kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono akan bertemu malam ini (Senin, 15/6).

“Pertemuannya pukul 19.00 WIB di Kantor DPP,” kata Wakil Ketua Umum Golkar kubu Agung, Yorrys Raweyai  dalam talkshow di salah satu televisi nasional, pagi ini.

Dalam pertemuan nanti malam, Yorrys akan memimpin tim penjaringan dari kubu Agung dengan anggota Ibnu Munzir, Gusti Iskandar, Lawrence Siburian dan Lamhot Sinaga. Sementara dari kubu ARB dipimpin oleh MS Hidayat dengan anggota Theo Sambuaga, Sjarif Cicip Sutardjo, Nurdin Halid dan Azis Syamsuddin.

Pertemuan kubu ARB dengan kubu Agung ini menjadi yang pertama kali setelah islah terbatas yang dimediasi politisi senior Golkar, Jusuf Kalla.

Islah terbatas atau sementara yang langsung digawangi JK belum mencapai titik terang. Pasalnya, baik kubu ARB dan Agung belum menyepakati, kubu siapa nanti yang akan tandatangan (mensahkan) calon kepala daerah Golkar ke KPU.

Seperti diwartakan, JK sudah memediasi Golkar kubu ARB dengan Agung. Ada empat poin kesepakatan dalam islah khusus Partai Golkar itu. Pertama, setuju mendahulukan kepentingan Partai Golkar ke depan, sehingga ada calon kepala daerah yang diajukan. Kedua, setuju untuk membentuk tim penjaringan bersama di daerah-daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota, yang akan dilaksanakan Pilkada Serentak 2015, baik provinsi maupun kabupaten/kota.

Ketiga, adapun calon yang diajukan maupun kriteria yang disepakati bersama. Keempat, untuk mendapatkan calon yang diajukan Partai Golkar pada Juli 2015 usulan dari Partai Golkar ditandatangani oleh DPP Golkar yang diakui Komisi Pemilihan Umum (KPU). (rus/RMOL)

loading...
Click to comment
To Top