Oknum Perangkat Desa Ditangkap Kasus Ilegal Logging – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Oknum Perangkat Desa Ditangkap Kasus Ilegal Logging

TEMANGGUNG – Kelakuan oknum perangkat desa di Kecamatan Gemawang ini tidak patut dicontoh. Dia diduga terlibat pencurian kayu (ilegal logging) milik Perhutani bersama dua rekannya. Kini, sang oknum itu harus mendengkam di sel tahanan Mapolres Temanggung bersama rekannya, Su.

Saat gelar perkara di Mapolres Temanggung, Jawa Tengah, Senin (15/6), Nr (37) yang merupakan Kasie Pembangunan di salah satu desa di Kecamatan Gemawang, mengaku hanya bertugas berjaga-jaga di jalan desa, sedangkan dua rekannya Su bertindak sebagai perantara dan Ba (masih buron) adalah otak pencurian.
“Saya dijanjikan uang 200 ribu rupiah, tugas saya adalah berjaga-jaga, tapi belum menerima uangnya saya sudah ketangkep,” katanya.
Di tempat yang sama, Su (51) mengaku kalau kayu itu sejatinya akan dijual ke seseorang. Dari jasa perantara tersebut Su dijanjikan uang sebesar Rp150 ribu oleh Ba.
“Saya sehari-hari sebenarnya jualan sayur, namun karena kaki saya cacat sering tidak jualan, ya untuk nambah-nambah saya jadi perantara, semula saya gak tahu kalau kayunya hasil curian,” ungkapnya.
Kasubag Humas Polres Temanggung AKP Henny Widiyanti mengatakan, terungkapnya kasus tersebut berdasarkan dari penyelidikan kayu sonokeling milik seorang warga yang tidak ada dokumen resminya. Setelah diselidiki, ternyata kayu tersebut berasal dari Su alias El. Dari Su tersebut muncul nama Nr.
“Otak kejahatan yang bernama Ba saat ini masih kita buru, identitas dan cirinya sudah kami pegang, jadi tidak akan lama mengejar otak ilegal logging tersebut,” katanya kepada Rakyat Jateng.
Dia mengungkapkan, petugas juga mengamankan barang bukti berupa kayu sonokeling berbagai ukuran. “Tersangka dijerat pasal 82 junto pasal 12 subsider pasal 83 junto pasal 12 lebih subsider pasal 87 junto pasal 12 UU Nomor 18 Tahun 2013. Yaitu, tentang pencegahan dan pemberantasan pengrusakan hutan. Mereka terancam hukuman paling lama lima tahun penjara dan denda paling banyak Rp2.500.000.000,” pungkasnya. (din)

loading...
Click to comment
To Top