Rencana Ahok Gusur Pemukiman Sekitar Rel KA Diprotes, Kobar: Ada Ganti Rugi Baru Setuju – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Rencana Ahok Gusur Pemukiman Sekitar Rel KA Diprotes, Kobar: Ada Ganti Rugi Baru Setuju

JAKARTA- Upaya Pemerintah DKI Jakarta melakukan sterilisasi jalur rel kereta api (KA) mulai ditentang berbagai pihak. Masyarakat memprotes kebijakan sepihak Gubernur DKI Jakarta Basuki D. Purnama atas aksi main gusur. Karena itu, warga mengancam akan melawan jika tidak diberikan kompensasi.

Wakil Ketua Litbang Komando Barisan Rakyat (Kobar), Samira Abdul Pesilette menegaskan, akan terus memperjuangkan hak warga kecil atas aksi arogansi Ahok. Kawasan Kalibata yang menjadi sasaran penggusuran akan menjadi pusat perlawanan warga dan seluruh anggotanya.

“Harus jelas, ada penggusuran berarti ada ganti rugi. Warga terima kunci rumah pengganti relokasi baru kami izinkan pembongkaran. Kami akan melawan semua tindakan yang semena-mena,” tegas Samira kepada Fajar.co.id, Senin (15/6).

Menurutnya, perluasan kawasan rel yang kini menjadi pemukiman warga kabarnya akan dijadikan ruang terbuka hijau oleh Pemprov DKI. Itu sebabnya, pemerintah ngotot mendepak warga yang sudah bermukim 20 tahun agar kawasan tersebut bisa dipakai.

Namun, lanjut Samira, pemerintah tidak bisa serta-merta memaksakan kemauannya tanpa mempertimbangkan hak masyarakat. Misalkan, warga yang tinggal di Jalan Rawajati Barat, Kalibata RT 09 RW 04, Jakarta Selatan. Di situ warganya sudah puluhan tahun menepati kawasan tersebut.

“Apalagi kawasan itu juga tinggal Ilyas Karim, veteran yang juga saksi sejarah penting Indonesia. Dialah orang yang ikut pengibarkan Bendera Merah Putih tanggal 17 Agustus 1945. Masa kita mau setega itu kepada mereka yang sudah berjasa untuk Negara?” cibirnya.

Sementara itu, diwaktu yang sama, Seniman yang juga sutradara dan aktivis HAM, Ratna Sarumpaet sempat mengunjungi rumah Ilyas Karim, pengibar bendera sangsaka Merah Putih yang pertama. Ratna mengaku kecewa dengan sikap Pemprov DKI yang tidak memberikan kompensasi atas rumah warga yang akan digusur.

“Saya siap perjuangkan mereka. Ini sudah salah. Kami akan menyurati pemerintah,” tegas Ratna.

Dikatakan, sangat aneh jika warga yang sudah puluhan tahun bermukim, tiba-tiba digusur begitu saja. Kemana mereka akan tinggal. Harus ada kompensasi jelas kepada warga.

“Itu yang ingin saya tegaskan, penuhi hak-hak warga dulu baru bertindak,” ujarnya. (iqi)

 

 

To Top