KPK Supervisi Kasus Bandara Mengkendek – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

KPK Supervisi Kasus Bandara Mengkendek

FAJARONLINE, MAKASSAR – Kejaksaan Tinggi (Kejati), Polda Sulselbar, Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulsel, Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan supervisi kasus dugaan korupsi pembebasan lahan

Bandara Mengkendek  Tana Toraja (Tator) 2011 di ruang Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sulselbar, Selasa 16 Juni. Supervisi  berlangsung tertutup sejak pukul 09.15 Wita bertujuan mengevaluasi berkas perkara kasus yang kini  ditangani penyidik Polda Sulselbar. “Dalam supervisi tersebut KPK menurunkan empat penyidik, BPKP (4 orang) dan Tim penyidik Polda Sulselbar menurunkan lima orang,” ujar Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejati Sulselbar, Abdul Rahman Morra, Selasa 16 Juni.

Selain supervisi kasus pembebasan lahan bandara Mengkendek, juga diekspos guna memverifikasi berkas perkara tersebut, apakah sudah layak ditingkatkan ke penuntutan atau tidak. KPK meminta  ekspos dan  supervisi kasus dugaan korupsi pembebasan lahan Bandara Mengkendek yang selama ini dinilai antara penyidik Polda dan jaksa peneliti Kejati Sulselbar beda pendapat.

Perbedaan pendapat tersebut dikarenakan penyidik Polda dalam berkas perkara menyatakan lahan bandara merupakan  lahan milik negara, sementara pendapat jaksa peneliti menyatakan lahan tersebut merupakan tanah adat. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari penyidik yang enggan disebutkan namanya mengatakan, jika kedua tersangka sekretaris kabupaten (Sekkab) Tana Toraja, Enos Karoma berperan sebagai Ketua P2T serta Camat Mengkendek, Ruben Rombe Randa sebagai anggota P2T membantah sudan  bebas demi hukum. “Bukan bebas demi hukum, tapi ada surat permohonan penangguhan penahanan dari pengacaranya dengan alasan kedua tersangka memiliki peran penting dalam pemerintahan sehingga permohonannya dikabulkan,” ujar sumber Kejati. (ida)

Click to comment
To Top