Pelihara Jembatan, Warga Bikin Kotak Sumbangan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Pelihara Jembatan, Warga Bikin Kotak Sumbangan

KAJEN, RAJA – Jembatan Kali Welo yang melintas di Desa Karangjati, Kecamatan Wiradesa merupakan penghubung antara dua dusun di desa setempat, yang merupakan jalur lintas alternatif bagi masyarakat menuju wilayah Bojong atau sebaliknya dari atau ke wilayah Buaran-Tirto. Untuk pemeliharaan jembatan itu, warga kemudian membentuk kepanitiaan.

Pihak panitia lalu berinisiatif untuk mengumpulkan dana bagi pemeliharaan jembatan dan jalan. Caranya, dengan meminta sumbangan bagi sopir yang kendaraannya melewati jembatan dengan cara membuat kotak sumbangan di pinggir jembatan. Cara ini efektif, para sopir memberikan sumbangan seikhlasnya tanpa ada paksaan.

Pendapatan dari kotak amal itu pun ternyata cukup besar, mencapai Rp7 juta hingga Rp8 juta sebulan. Bahkan, kini pendapatannya meningkat, karena adanya perbaikan jembatan Surabayan. Praktis pengguna jalan banyak yang mengambil jalur alternatif melewati jembatan Kali Welo. Belakangan ini, dalam sebulan, kotak amal itu mampu mengumpulkan sumbangan Rp16 juta.

“Pendapatan sebelum jembatan Surabayan dibangun dapat dibilang hampir sama yakni berkisar atara 7-8 juta per bulannya, tetapi setelah adanya Surabayan ditutup, pengguna jalan lebih memilih lewat jembatan Karangjati, dan berdampak pada peningkatan pendapatan sumbangannya,“ jelas Tihar mantan kades Karangjati.

Menurut Tihar, pendapatan sumbangan jembatan hanya dapat diberdayakan oleh kepanitiaan. Pihak balaidesa tidak dapat menggunakan keuangan itu. Keuangan yang didapat digunakan untuk rehabilitasi jembantan apabila terjadi kerusakan, disamping itu dapat untuk membantu pembangunan mushola ataupun masjid. “Dapat juga membantu warga yang kesulitan, itupun harus melalui rapat panitia,” jelasnya.

Namun belakangan, dana itu digunakan untuk pengaspalan jalan di RT 6 Desa Karangjati. Hal ini menimbulkan pertanyaan warga, karena ada anggaran dana desa (ADD) dari pemerintah daerah yang dapat digunakan untuk pengaspalan.

Kepala Desa Karangjati, Imron Khusaini, mengakui pihaknya telah meminjam dana jembatan Rp7 juta. Menurutnya, dana tersebut dipinjam untuk mempercepat waktu penyelesaian pekerjaan pengaspalan, karena dana ADD yang digunakan untuk sarana jalan sebesar Rp22 juta seperti tertera dalam LPJ ADD 2014 ada kekurangan. “Oleh karenanya saya meminjam dari dana jembatan. Besaran uang yang saya pinjam dari panitia jembantan Rp7 juta, dan itu benar untuk alokasi pengaspalan jalan. Karena utang maka akan saya kembalikan pada bulan Juli 2015, sebelum rapat tahunan panitia yang diselenggarakan setiap bulan Juli,” terangnya. (Phy)

loading...
Click to comment
To Top