Pilwalkot Semarang Duel Calon dari Parpol – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Pilkada

Pilwalkot Semarang Duel Calon dari Parpol

SEMARANG, RAJA – Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Semarang dipastikan tidak diikuti pasangan calon perseorangan atawa independen. Hingga batas akhir pendaftaran Senin (15/6) pukul 16.00 WIB, tidak ada satu pun kandidat dari jalur ini mendaftarkan diri di KPU setempat.

Pendaftaran dari jalur perseorangan yang sebelumnya dibuka mulai sejak 10 Juni hingga Senin 15 Juni tidak ada satu pun yang mendaftar. “Pendaftaran calon wali kota dan wakil wali kota Searang dari jalur perseorangan ditutup Senin (15/6), pukul 16.00 WIB,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Semarang, Henry Wahyono kemarin.

Ia menyebutkan hingga batas akhir pendaftaran yang ditentukan tidak ada satu pun kandidat calon walikota dan wakil walikota dari jalur independen yang mendaftarkan diri ke KPU Kota Semarang.

Menurut dia, calon perseorangan wajib memenuhi jumlah dukungan sebanyak 6,5 persen dari total penduduk Kota Semarang, yakni sebanyak 105.464 pemilih dari 1.622.520 jiwa penduduk Kota Semarang.

“Dukungan yang diberikan kepada calon perseorangan harus dibuktikan dengan kartu tanda penduduk (KTP) dan surat pernyataan dukungan. Ya, syaratnya 6,5 persen dari total penduduk itu,” katanya.

Henry mengakui sudah ada tim dari calon perseorangan yang berkonsultasi ke KPU Kota Semarang secara informal, namun hingga batas waktu yang telah ditentukan ternyata tidak melakukan pendaftaran.

“Jadi, ada tim dari calon perseorangan yang berkonsultasi ke kami, bertanya-tanya ke kami. Namun, hingga batas waktu yang ditentukan tidak mendaftar. Kabarnya, dukungan pemilih masih kurang,” katanya.

Namun, saat ditanya apakah persyaratan dukungan sebesar 6,5 persen dari total penduduk terlalu berat dan menjadi penghambat calon perseorangan untuk mendaftar, Henry enggan berkomentar lebih jauh.

“Kalau soal itu (syarat dukungan yang dirasa terlalu berat), tentu harus dilakukan penelitian dan kajian di masyarakat. Kami hanya sebatas melaksanakan ketentuan saja,” katanya.
Dengan tidak adanya pendaftar dari jalur perseorangan, ia mengatakan KPU Kota Semarang juga tidak akan melakukan verifikasi dan tahapan selanjutnya terkait pendaftaran jalur independen.

“Kami akan melakukan tahapan selanjutnya, yakni menunggu hasil verifikasi daftar penduduk potensial pemilih pilkada. Saat ini, berkasnya masih di KPU pusat. Mulai 20-23 Juni dikirim ke kabupaten/kota,” katanya. (*)

loading...
Click to comment
To Top