LPPI Beberkan Bukti-bukti Jalaludin Rakhmat Gunakan Gelar Palsu – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

LPPI Beberkan Bukti-bukti Jalaludin Rakhmat Gunakan Gelar Palsu

JAKARTA-Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI) Perwakilan Indonesia Bagian Timur, membeberkan sejumlah bukti kuat Jalaludin Rakhmat, yang saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI dari PDIP, menggunakan gelar dan ijazah palsu.

Jalaludin menurut bukti yang dikantongi Ketua LPPI Muhammad Said Abdul Shamad, bahwa dirinya selama ini tidak pernah mengecam pendidikan tinggi doktoral sampai tuntas. Gelar yang ia gunakan selama ini adalah palsu.

Untuk diketahui, selama ini Jalaludin selalu menggunakan gelar kepangkatan Doktor, bahkan saat menjadi pengajar di Universitas Padjajaran.

Bahkan Rektor UIN Syarif Hidayatullah pernah mengisahkan, bahwa dirinya pernah meminta semua dosen untuk yang mengajar di Pasca untuk menyetor transkip nilai dan ijazah, kala itu Jalaludin yang selalu menggunakan gelar Prof dan Doktornya tidak memberikan ijazah dan transkrip.

Karena memang tidak dimiliki. Azumardi kemudian mengecek ke teman Jalaludin, ternyata Jalaludin tidak pernah menghabiskan kuliah S3-nya di Australia. Dan akhirnya Jalaludin tidak diperbolehkan lagi mengajar di Pasca UIN, sebab tidak memiliki kualifikasi pendidikan tinggi.

Yang aneh, kata Ketua LPPI Muhammad Said Abdul Shamad, bahwa Universitas Padjajaran sendiri. Ia heran, data yang diperolehnya dari daftar riwayat hidupnya disebutkan, bahwa S3 Jalaludin di DLI tahun 2006 tapi ada keterangan bahwa, ‘Ijazah fisik belum ada.’

“Ini aneh, apakah Unpad tidak melakukan verifikasi dengan benar? Bagaimana mungkin dia menggunakan gelar doktor, tapi kemudian ijazah fisiknya tidak ada? Lantas bagaimana dengan uang negara yang dia makan selama ini atas kepangkatannya yang berasal dari titel-titel atau gelar-gelar tanpa ijazah tersebut?,” tandas Shamad saat mendatangi Kantor FMC, di Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan, pihaknya telah melaporkan kasus ini ke BK DPR RI, tapi BK DPR RI tidak memahami persoalannya. “BK tidak memahami persoalannya, bukti yang kami ajukan sudah jelas, seharusnya Jalaludin diberi sanksi atas gelar-gelar palsu tanpa ijazah yang dia gunakan selama ini, dan selalu menerima gaji dan honor dengan gelar-gelar tersebut.” tandasnya. (fmc)

 

loading...
Click to comment
To Top