Parah, Pasien Diberi Infus Kadaluarsa – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kesehatan

Parah, Pasien Diberi Infus Kadaluarsa

PASURUAN – Ini menjadi pembelajaran bagi para pasien dan para perawat. Untuk pasien agar lebih berhati-hati dalam memilih rumah sakit (RS) dan bagi perawat untuk lebih teliti lagi dalam melayani pasien.

Seperti yang dilakukan oleh salah seorang perawat RSUD dr R. Soedarsono Kota Pasuruan. Perawat yang saat itu tengah melayani pasien melakukan kelalaian atau keteledoran dengan memberikan infus yang sudah kedaluwarsa (expired) kepada seorang pasien pada Senin malam (15/6).

Meski tindakan itu belum berdampak pada kondisinya, pasien yang berobat melalui jalur reguler tersebut seketika itu minta pulang.

Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, Haikal Somadani, 22, warga Jalan Sukun, Kelurahan Purutrejo, Purworejo, Kota Pasuruan, mendatangi RSUD dr R. Soedarsono pada Jumat (12/6). Ketika itu, pria yang didiagnosis suspect demam berdarah (DB) tersebut berobat melalui jalur reguler. Dia lantas menjalani rawat inap di ruang VIP.

Lantas, pada Senin lalu perawat memberikan infus yang sudah kedaluwarsa kepada pasien. Semula, infus yang expired itu diketahui keluarga Haikal. Setelah dilaporkan, pihak rumah sakit buru-buru menggantinya. Tetapi, Senin malam Haikal dibawa pulang paksa oleh keluarganya.

”Saya benar-benar kecewa dengan pelayanan rumah sakit. Sebab, masih ada obat kedaluwarsa yang berkeliaran dan diberikan kepada pasien,” kata Zaeni, ayah Haikal, kemarin (16/6). Dia menuturkan, pihak rumah sakit sempat meminta maaf atas kesalahan tersebut. Namun, Zaeni tidak menerima keteledoran itu.

[NEXT-FAJAR]

Saat dikonfirmasi, pihak rumah sakit tidak memungkiri adanya peristiwa tersebut. Menurut Sudarmanto, direktur RSUD dr R. Soedarsono, insiden itu terjadi karena perawat kurang teliti saat mengambil infus. Tetapi, dia menyatakan, jenis infus yang diberikan si perawat sudah sesuai dengan saran dokter. ”Cuma expired. Tanggalnya kedaluwarsa,” tuturnya kemarin.

Kendati begitu, ungkap dia, infus yang kedaluwarsa itu tidak sampai habis diberikan kepada pasien. Sebab, pihak keluarga pasien mengetahuinya lebih dahulu. Kondisi pasien juga tidak terdampak. ”Setelah diketahui, langsung kami ganti. Infusnya tidak sampai habis. Keadaan pasien juga tidak apa-apa,” jelasnya.

Soal pemberian infus yang kedaluwarsa itu, Sudarmanto memastikan bahwa perawat kurang teliti. Jadi, tahun kedaluwarsa (2014) pada kemasan infus itu tidak diketahui si perawat. ”Infus itu kan dipinjam dari paviliun. Perawatnya kurang teliti dalam mengambil. Tanggal kedaluwarsa tidak dilihat dulu,” terangnya.

Meski begitu, dia menjamin tidak ada lagi obat kedaluwarsa yang digunakan di RSUD yang dipimpinnya. Menurut Sudarmanto, obat (infus) yang diketahui expired tersebut hanya satu. ”Tidak ada yang lain. Cuma satu itu. Kalau memang tidak sesuai, ya dibuang,” ujarnya saat ditanya soal penanganan obat kedaluwarsa ke depan. (*/mas/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top