Sadis! Nenek Tewas dengan Mulut Terikat Kain – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Sadis! Nenek Tewas dengan Mulut Terikat Kain

MUARABULIAN – Khodijah Bin Saman, 57, ditemukan meninggal dunia di bawah tangga rumah miliknya di RT 16 Kelurahan Kembang Paseban, Kecamatan Mersam.

Kuat dugaan kematian nenek yang tinggal sendirian di rumah miliknya itu merupakan korban pembunuhan. Sebab, saat jasadnya ditemukan mulut korban dalam keadaan terikat kain.

“Dugaan kami, korban ini dibunuh. Cuma, saya belum bisa berkomentar banyak karena hasil visum belum kami terima,” kata Kapolsek Mersam, AKP Sugeng, Selasa (16/6).

Mayat nenek Khodijah ditemukan warga di depan rumahnya sekira pukul 08.30 WIB, Selasa (16/6). Saksi yang pertama kali menemukan mayat korban adalah Patma, 53.

Saksi ini merupakan tetangga serta kawan akrab korban. “Yang menemukan pertama kali temannya. Saksi ini datang bertandang lalu melihat korban sudah meninggal,” sebut Kapolsek.

Temuan itu kemudian diinformasikan saksi kepada warga. Warga berbondong-bondong mendatangi TKP sebelum akhirnya dilaporkan kepada pihak kepolisian. Polsek Mersam yang mendapat laporan langsung turun dan melakukan olah TKP. “Mayat korban kemudian kita bawa ke RS Hamba untuk divisum,” kata Kapolsek.

Kapolsek mengaku belum menerima hasil visum terhadap korban. Meski demikian, Kapolsek menduga bahwa korban meninggal akibat dibunuh. Soalnya, saat mayat korban ditemukan di bawah tangga rumahnya, mulutnya terikat kain serta berlumuran lumpur. “Kami belum bisa memastikan. Kasus ini masih dalam penyelidikan Kita,” tutupnya.

Motif pembunuhan terhadap korban Khodijah sendiri belum bisa dijelaskan pihak kepolisian. Sekalipun barang-barang di rumah korban dalam kondisi acak-acakan. “Sementara ini belum bisa Kami jelaskan, masih lidik,” tegasnya.

Wando, salah satu sanak korban menyebut bahwa Khodijah merupakan janda yang tinggal sendirian di rumah. Pekerjaan keseharian korban berjualan sayur-sayuran keliling kampung hingga ke Pasar Kalangan di Kecamatan Mersam.

“Beliau (Khodijah, red) sudah lama tinggal sendirian. Setahu kami, dia tidak punya musuh. Sehari-harinya dia jualan sayur-sayuran,” kata Wando.(fes/ira)

loading...
Click to comment
To Top