Tolak Diajak Gituan, Gadis Cantik Ini Malah Disiksa Pacar Sendiri Pakai Martil – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Tolak Diajak Gituan, Gadis Cantik Ini Malah Disiksa Pacar Sendiri Pakai Martil

PADANG – Sebagai seorang pria dan juga kekasih, harus bisa menghargai pacarnya dan selalu menjaganya dari bahaya yang datang. Namun, perlakuan itu justru berbanding terbalik dengan yang dilakukan IV (21) terhadap kekasihnya TP (18).

TP dianiaya oleh dua pemuda lantaran memberontak saat hendak diperkosa. Ironisnya, salah satu pelaku merupakan pacar korban berinisial IV. Peristiwa tersebut sempat membuat syok ibu korban, Rosnita (44) terjadi di belakang Balai Kota Padang, Jumat lalu.

Aksi pelaku terhenti setelah seorang sekuriti memergokinya. Kedua pelaku ini langsung melarikan diri, sementara korban dibiarkan tergeletak hanya menggunakan celana dalam dengan tubuh dan kepala penuh luka.

Tidak itu saja, barang-barang milik korban seperti cincin seberat 2 emas, sebelah anting dan satu unit handphone Samsung dilarikan oleh para pelaku. Sadisnya, wanita ini dibuat babak belur setelah dipukul menggunakan martil dan kemudian ditimpa dengan sepeda motor hanya karena menolak saat diajak berhubungan badan.

ibu korban, Rosnita saat dihubungi Selasa (16/6) mengatakan, peristiwa yang menimpa anaknya tersebut membuat keluarga besarnya terpukul. Dia mengakui baru mengetahui kalau anak ketiga dari tiga saudara tersebut masuk rumah sakit pada Jumat pagi.

“Saya saja baru mendapatkan informasi tersebut setelah polisi datang ke rumah dan menanyai anak saya pak. Saya heran, kok ditanya, padahal kan dia tidur di kamar. Tapi, setelah saya cek, ternyata benar, kamarnya terkunci dari dalam,” papar Rosnita.

[NEXT-FAJAR]

Bersama polisi, orangtua korban pun mendobrak pintu kamar dan mendapati kamar kosong dengan jendela terbuka.

“Seketika itu juga saya nyaris pingsan dan langsung menemuinya di rumah sakit pak,” ucap ibu korban.

Menurut pengakuan sang anak ketika dirawat di Ruang RR Bedah Wanita RSUP M Djamil Padang, kejadian itu bermula saat Kamis malam korban ini dijemput oleh pacarnya, IV (21) dengan cara sembunyi-sembunyi. Korban dijemput melalui jendela kamarnya dan diajak berkeliling oleh pelaku.

“Saat itu, saya tahunya anak saya sudah tidur. Makanya, tidak ada firasat sama sekali kalau dia senekad itu keluar rumah,” kata Rosnita.

Setelah di luar, tambah Rosnita anaknya tersebut dibawa berkeliling dari rumahnya di Pasar Lalang Belimbing hingga ke kawasan Balai Kota Padang, Aia Pacah. Padahal, hubungan TP dengan IV ini pun sudah lama renggang karena kedua orangtua TP memang tidak setuju dengan tabiat IV.

Saat berada di lokasi kejadian, tepatnya di belakang Kantor Balai Kota Padang, dekat tong sampah, keduanya pun berhenti. IV sontak mengajak TP untuk melakukan hubungan suami istri, namun ditolak mentah-mentah. Malah TP mendesak IV untuk cepat mengantarkannya pulang ke rumah.

Ternyata, permintaan itu membuat IV berang dan mengatur siasat untuk melakukan tindakan kriminal terhadap korban. Dengan kesal, IV pun menuruti permintaan TP dengan catatan, TP yang mengendarai motor tersebut.

“Anak saya sudah minta pulang, tapi masih dipaksa sama IV ini pak,” tukas Rosnita.

Lanjut Rosnita menuturkan, IV kemudian memukul kepala TP dari belakang dengan menggunakan martil yang mungkin sudah dibawanya sejak awal. Seperti sudah di-setting, saat itu pelaku ini masih berusaha untuk menggagahi Putri yang kepalanya sudah berlumuran darah.

[NEXT-FAJAR]

Tidak itu saja, seorang rekan pelaku yang berinisial RI (20) pun datang ke lokasi dan ikut membantu untuk menggagahi korban. Tidak mau dinodai para pelaku, TP pun berontak dan berusaha lepas dari pelaku.

“Bukannya iba pak, mereka masih terus saja berusaha melakukan perbuatan itu kepada anak saya. Bahkan, anak saya ditimpa dengan sepeda motor agar tidak melawan,” ungkap ibu korban.

Tidak berhenti di situ, para pelaku malah semakin beringas setelah korban mulai melemah dengan kucuran darah segar dari kepalanya. Kedua pelaku pun masih berusaha memukul kepala dan tubuh korban.

Tapi, dengan sisa tenaga yang masih ada, korban berusaha berteriak minta tolong. Beruntung, teriakan korban ini didengar oleh salah seorang sekuriti yang saat itu sedang patroli di sekitar lokasi.

“Untung ada petugas sekuriti yang mendengar teriakan anak saya pak. Dia langsung mengejar ke lokasi dan membuat kedua pelaku ini melarikan diri. Setelah itu, sekuriti itu membawa anak saya ke RSUD Sungai Sapih sebelum akhirnya dirujuk ke M Djamil pak. Sekuriti itu juga langsung melaporkan kejadian tersebut ke polisi,” jelasnya.

Terpisah, Kapolsek Kuranji, Kompol Asril Prasetya menyampaikan, setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, anggotanya langsung meluncur ke lokasi dan melihat kondisi korban di rumah sakit. Setelah itu, langsung mengantarkan korban untuk dirawat intensif di RSUP M Djamil Padang.

“Kita sudah mendapatkan informasi tersebut dan langsung mengamankan korban. Keluarga korban ini juga sudah membuat laporan ke Mapolresta Padang. Kita akan ikut membantu untuk penyelidikan kasus ini,” ucap Asril.

[NEXT-FAJAR]

Saat ini korban sudah dirawat intensif di Ruang RR Bedah Wanita RSUP M Djamil Padang setelah mendapatkan perawatan intensif di ICU. Korban yang masuk ke UGD pada Jumat sekitar pukul 05.00 WIB tersebut langsung dirawat karena luka yang parah di bagian kepalanya dengan diantarkan oleh anggota polisi.

“Korban sudah mulai membaik dan sudah bisa berkomunikasi dengan orangtuanya. Sementara, korban ini diduga mengalami cedera kepala, tapi dokter masih terus melakukan pemeriksaan terhadap korban,” sebut Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUP M Djamil Padang, Gustafianof, Selasa (16/6). (age/ris/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top