Target Menpora Meleset – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Target Menpora Meleset

FAJARONLINE, SINGAPURA — Prestasi dunia olahraga Indonesia di tingkat internasional belum menunjukkan grafik kemajuan. Sebaliknya, mengindikasikan penurunan. Jelas, pekerjaan rumah (PR) bagi dunia olahraga Indonesia.

Hal itu bisa dilihat dari pencapaian hasil kontingen Indonesia pada pesta olahraga antarnegara Asia Tenggara. Pada SEA Games XXVIII 2015 di Singapura. Indonesia harus puas menduduki posisi lima klasemen, dengan meraih 47 emas, 61 perak, dan 74 perunggu.

Kontras terjadi pada perhelatan sebelumnya, saat SEA Games XXVII 2013 di Myanmar. Kontingen Indonesia bercokol di posisi keempat dengan raihan medali 65 emas, 84 perak, dan 11 perunggu.

Dengan hasil kurang memuaskan ini, cukup disayangkan. Apalagi sebelumnya, dalam lawatannya mengunjungi Stadion Barombong, Makassar, Sulsel, Sabtu, 7 Februari lalu, Menpora RI, Imam Nahrawi membidik Indonesia bisa meraih 73 emas. Tergetnya pun meleset.

“Kita targetkan pada SEA Games Singapura nanti, Indonesia bisa mendapatkan 73 medali emas. Ada peningkatan dibanding SEA Games yang lalu,” katanya Februari lalu.

Ketua Binpres KONI Sulsel, Nukhrawi Nawir menuturkan, dunia olahraga Indonesia perlu berbenah. Hal itu berkaca atas hasil pada SEA Games tahun ini.

“Kita kehilangan momentum persiapan. Pertama, pada saat peralatan dibeli mendekat pelaksanaan event. Sehingga peralatan tersebut tidak bisa digunakan maksimal. Padahal minimal tiga bulan peralatan tersebut harus ada. Karena anak-anak harus adaptasi. Misalnya, cabor anggar selancar, layar dan ski air,” kata Nukhrawi.

“Kedua, intensitas try out tidak banyak. Padahal try out, untuk kematangan atlet bertanding. Serta persiapan cabor yang memanggil atlet tidak lama. Minimal dua tahun harus persiapan. Karena itu juga mempengaruhi,” sambungnya.

Bukan hanya itu, hal non teknis lainnya juga juga membawa pengaruh. Menurut Nukhrawi, perhatian pemerintah pusat, KONI, dan KOI harus sinergi.

“PB (pengurus besar) olahraga perlu mereview atlet yang ada. Kadang ada perlakuan diskriminasi. Bila pelatihnya berasal dari daerah tertentu maka banyak atlet dari daerah itu juga. Hal ini tentu bisa mengganggu potensi atlet. Jadi sekarang perlu dilihat, mana-mana atlet yang harus dipertahankan dan tidak. Tentu dipertahankan memiliki prestasi baik,” akunya.

Nukhrawi menjelaskan, prestasi olahraga Thailand konsisten karena memiliki sistem yang bagus. Bukan hanya atlet senior yang diturunkan bertanding tetapi juga lapisan kedua. Berbeda dengan Indonesia lebih banyak penggembira yang tidak tahu apa tugasnya. “Memang anggran mereka meningkat tetapi juga dibarengi prestasi,” ucap Nukhrawi.

Senada hal tersebut juga dikatakan, Sekretaris umum KONI Sulsel, Addien. Menurutnya ada beberapa hal yang menyebabkan prestasi olahraga Indonesia menurun.

“Negara lain lebih sempurna kesiapannya dibanding kita. Apalagi, pada SEA Games kali ini, ada cabor yang tidak dipertandingkan, seperti karate,” ujarnya.

Menurut Addien potensi Indonesia mendulang banyak medali pada cabor karate cukup besar. Namun sayang, cabor ini tidak dipertandingkan. (smd/wik)

loading...
Click to comment
To Top