Tidak Sempat Mandi Junub hingga Waktu Subuh, Bolehkah Berpuasa? – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Tidak Sempat Mandi Junub hingga Waktu Subuh, Bolehkah Berpuasa?

Alhamdulillahirabbil’alamin. Segala puji hanya kepada-Nya. Imam MuslimRahimahullah, meriwayatkan dari Urwah bin Az-Zubair dan Abu Bakar bin Abdurrahman, bahwa AisyahIstri Nabi Shallahu’alaihiwassalam berkata, “Sungguh Rasulullah Shallahu’alaihiwassalam pernah mendapatkan waktu fajar pada bulan Ramadhan dalam kondisi junub yang bukan disebabkan mimpi basah, dan beliau pun mandi lalu berpuasa.” (HR. Muslim, No. 2585).

Dari Abdullah bin Ka’ab Al-Himyari, bahwa Abu Bakar telah memberitahukan kepadanya, bahwasanya Marwan pernah mengutusnya untuk menemui Ummu Salamah Radhiyallahu’anha, agar bertanya tentang seorang laki-laki yang berada dalam kondisi junub di pagi hari, apakah ia boleh berpuasa? Maka Ummu Salamah menjawab, “Rasulullah Shallahu’alaihiwassalam, pernah berada dalam kondisi junub di pagi hari karena berjima’ (bersetubuh) dan bukan karena mimpi basah, namun beliau tidak berbuka dan tidak pula meng-qadha’a puasanya.” (HR Muslim, No. 2586).

Imam Asy Syaukani Rahimahullah dalam Kitab Nailul Authar, mengatakan, hadits-hadits tersebut merupakan dalil bagi ulama yang berpendapat bahwa puasa orang yang ketika pagi hari dalam kondisi junub tetap sah dan tidak wajib mengqadha, baik junubnya karena jima’ (bersetubuh) atau lainnya. Ini adalah pendapat jumhur ulama. Mengenai hal ini, Imam An-Nawawi memastikan telah terjadi ijma’ atasnya.[1]

Pagi hari di sini adalah ketika datangnya fajar, yakni waktu subuh. Jika seseorang tidak sempat mandi junub hingga datangnya waktu subuh, ia tetap boleh melakukan puasa. Yaitu dengan terlebih dahulu mandi junub, dilanjutkan shalat subuh, dan tetap melanjutkan puasa. Demikianlah, dan segala puji dan keagungan hanya milik Allah.

 

[1] Ringkasan Nailul Authar, Imam Asy-Syaukani, Kitab Puasa. Jilid 1, hal. 366.

loading...
Click to comment
To Top