Awas! Modus Baru Begal, Pura-Pura jadi Cewek dan Ajak Ketemuan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Awas! Modus Baru Begal, Pura-Pura jadi Cewek dan Ajak Ketemuan

BANDAR PULO – Ada-ada saja tingkah para begal dalam menjalankan aksinya. Teranyar, Kapolsek Bandar Pulo, Asahan, AKP M Amdi Karna dan jajarannya berhasil menangkap dua pelaku begal. Motif yang dijalani begal ini adalah dengan cara pura-pura sebagai cewek untuk mengelabuhi korbannya.

Kedua pelaku yang berhasil diamankan, yakni Anwar Tanjung alias Aan (25), warga Dusun VI, Desa Rahuning dan Fredi Pratama (20), warga Dusun IV, Desa Aek Songsongan. Mereka merupakan pelaku perampokan bersajam yang beraksi di kawasan Simpang Pondok Kayangan Kebun PTPN 3, Desa Perkebunan Bandar Pulau.

Mereka beraksi pada Rabu (3/6), sekitar pukul 20.30 WIB dan berhasil dibekuk sekitar pukul 00.03 WIB. Selain mengamankan kedua tersangka, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa sepeda motor milik korban dan senjata tajam yang digunakan pelaku.

Masih kata Kapolsek, korban bernama Edi Sucipto (17), warga Dusun I Desa Padang Pulo, Kecamatan Bandar Pulo, dan sepeda motor yang dirampas pelaku Kawasaki Ninja KR 150 CC BK 6448 VAS. “Modus yang dilakukan kedua tersangka, pura-pura sebagai perempuan dengan cara menghubungi korbannya melalui pesan singkat (SMS),” beber Amdi.

Lalu, korban diminta datang ke Simpang Pondok Kayangan. Korban tanpa berpikir panjang pergi ke Simpang Pondok Kayangan. Di sana, korban bertemu dua pria yang mengaku sebagai teman perempuan yang mengirim SMS tersebut. Namun begitu korban lengah, salah satu dari pria itu langsung menodongkan sangkur dan langsung merampas sepedamotor korban.

Beruntung saat dua pelaku akan mengikat tangannya, korban berhasil melawan dan melarikan diri yang kemudian oleh warga langsung dibawa ke Polsek membuat laporan.

“Kami pun langsung bergerak cepat. Pertama, sekitar pukul 24.00 WIB, kami berhasil menemukan sepedamotor korban di areal perkebunan kelapa sawit dan baru sekitar pukul 04.00 WIB, kedua pelaku berhasil kami ringkus,” tegas Amdi.

Korban Edi Sucipto saat dikonfirmasi membenarkan dirinya terperdaya dengan pesan singkat yang masuk ke ponselnya.

“Ngaku perempuan dan ngajak kenalan. Lambat laun dalam pesan singkatnya ngajak ketemuan di Simpang Pondok Kayangan. Tanpa berpikir panjang, saya pun pergi menemui dan ternyata di sana ada dua pria yang mengaku temannya perempuan yang mengirim pesan singkat yang kemudian menodong pisau,” ungkap Edi Sucipto.

Kapolres Asahan AKBP Tatan Dirsan Atmaja, diwakili Kasat Reskrim AKP Dian Indra Prabudi, mengimbau masyarakat agar berhati-hati bila menerima pesan singkat (SMS) dari orang yang tidak dikenal. Sebab pelaku kejahatan saat ini melakukan berbagai cara untuk memperdaya calon korbannya. (sus/dro/jpnn)

Click to comment
To Top