Pemuda Harus Berani Hadapi Pasar Bebas MEA – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Pemuda Harus Berani Hadapi Pasar Bebas MEA

FAJARONLINE, MAKASSAR — Poros Pemuda Demokrasi untuk Sulawesi Selatan (PEMULA) menggelar dialog life skill pemuda dan buka puasa bersama, di warkop Cappo Alauddin, Sabtu 20 Juni. Dialog dengan tema “Pemuda Maju, Rakyat Sejahtera” itu dihadiri ratusan pemuda dan mahasiswa dari berbagai lembaga yg ada di Makassar.

Muhammad Ikhsan, selaku direktur eksekutif PEMULA dalam sambutannya, mengatakan pemuda harus memiliki skill yg mumpuni di bidangnya masing masing. Untuk mewujudkan itu, pemuda juga harus berani meminimalisir kecenderungan terhadap sindrome 4F (food, fashion, fun and film).

Kegiatan ini juga menghadirkan beberapa narasumber, diantaranya. Dr. Bachtiar maddatuang (Rektor STIE Amkop Makassar) dan perwakilan dari Badan koordinasi HMI, Umar (ketua bidang perguruan tinggi dan kepemudaan).

Dalam pemaparannya, Dr. Bachtiar menyebutkan, Indonesia harus berani berkompetisi dengan pemuda lain yang ada di ASEAN. “Kalau pemuda Indonesia tidak punya soft skill dan hard skill pastinya akan tertinggal dengan pemuda dari Thailand, Philipina dan negara lainnya,” tuturnya.(sbi)

Click to comment
Makassar

Pemuda Harus Berani Hadapi Pasar Bebas MEA

FAJARONLINE, MAKASSAR — Poros Pemuda Demokrasi untuk Sulawesi Selatan (PEMULA) menggelar dialog life skill pemuda dan buka puasa bersama, di warkop Cappo Alauddin, Sabtu 20 Juni. Dialog dengan tema “Pemuda Maju, Rakyat Sejahtera” itu dihadiri ratusan pemuda dan mahasiswa dari berbagai lembaga yg ada di Makassar.

Muhammad Ikhsan, selaku direktur eksekutif PEMULA dalam sambutannya, mengatakan pemuda harus memiliki skill yg mumpuni di bidangnya masing masing. Untuk mewujudkan itu, pemuda juga harus berani meminimalisir kecenderungan terhadap sindrome 4F (food, fashion, fun and film).

Kegiatan ini juga menghadirkan beberapa narasumber, diantaranya. Dr. Bachtiar maddatuang (Rektor STIE Amkop Makassar) dan perwakilan dari Badan koordinasi HMI, Umar (ketua bidang perguruan tinggi dan kepemudaan).

Dalam pemaparannya, Dr. Bachtiar menyebutkan, Indonesia harus berani berkompetisi dengan pemuda lain yang ada di ASEAN. “Kalau pemuda Indonesia tidak punya soft skill dan hard skill pastinya akan tertinggal dengan pemuda dari Thailand, Philipina dan negara lainnya,” tuturnya.(sbi)

Click to comment
To Top