Hasil Survei Buktikan Lima Menteri ini Paling Layak di Ganti: Puan, Yasonna, Sufyan, Tedjo dan Gobel – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Hasil Survei Buktikan Lima Menteri ini Paling Layak di Ganti: Puan, Yasonna, Sufyan, Tedjo dan Gobel

JAKARTA- Data hasil survei yang dilakukan Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik (KedaiKOPI) tanggal 26 Mei hingga 3 Juni 2015 mengeluarkan penilaian atas agenda reshuffle Presiden Joko Widodo. Survei tersebut memperlihatkan lima menteri yang layak di ganti atau reshuffle diantaranya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Puan Maharani, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdjiatno, Menteri Bidang Perekonomian Sufyan Djalil dan Menteri Perdagangan Rahmat Gobel.

Hasilnya, presentase usulan reshuffle tertinggi ditujukan kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Puan Maharani yakni sebesar 59,6 persen. Puan tidak disukai karena tidak ada terobosan dan kebijakan selama dia jadi Menteri.

Sementara itu, 50,8 persen responden menganggap Menko Bidang Perekonomian Sofyan Djalil juga layak diganti. Sofyan dianggap bertanggung jawab atas melemahnya kondisi ekonomi Indonesia saat ini. Sebanyak 42,8 persen responden juga menyatakan perlunya penggantian posisi Menteri Perdagangan Rahmat Gobel.

“Mungkin ini karena efek dari impor beras kemarin,”juru bicara KedaiKOPI, Hendri Satrio, dalam jumpa pers

Selain itu, menteri kedua yang mendapat usulan diganti tertinggi adalah, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly. Yasonna paling besar mendapat usulan untuk diganti dengan presentase 52,4 persen atau tertinggi kedua dari putri Megawati, Puan Maharani.

Yasonna dituding bertanggungjawab terhadap kisruh partai politik.

Selain Yasonna, sebanyak 47,6 persen responden mengharapkan penggantian Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdjiatno.

“Selain dianggap bertanggung jawab dengan kondisi politik yang tidak stabil, Tedjo juga banyak dikritik karena berbagai pernyataannya, seperti yang menyebut rakyat tidak jelas beberapa waktu lalu,” terang Hendri.

Sementara itu, survei diikuti oleh 250 resopnden pekerja profesional yang bekerja di kawasan Sudirman, Thamrin, dan Rasuna Said. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling.

Responden dipilih berdasarkan karakteristik tertentu diantaranya berpenghasilan di atas Rp 5 juta, mempunyai mobil, memilih latar belakang pekerjaan di salah satu unit seperti perbankan, akuntan, memiliki jabatan sekurang-kurangnya asisten manajer. Proses pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner terstruktur. (IO)

 

 

Dalam survei itu, para menteri lain di bidang pembangunan manusia masih mendapat dukungan yang cukup luas dari publik. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar, misalnya, mendapat dukungan dari 61,6 persen responden agar tetap bertahan di posisi tersebut.

kata

Click to comment
To Top