Hasnawati Merasa Diperlakukan Seperti Teroris – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Hasnawati Merasa Diperlakukan Seperti Teroris

FAJARONLINE, PAREPARE – Tersangka penyalur calon jemaah haji (CJH) via Filipina, Hj Hasnawati merasa diperlakukan seperti seorang teroris. Sejak ditetapkan menjadi tersagka usai digerebek di kediamannya, dia mendapatkan banyak perlakukan tidak menyenangkan, baik tetangganya maupun penyidik. “Saya seperti teroris saja. Saya didatangi di rumah dan digiring ke polres. Saat diperiksa, saya dibentak-bentak. Saya ini bukan teroris. Kenapa saya diperlakukan seperti teroris. Apalagi saya merasa tidak melakukan kesalahan karena memberangkatkan jemaah,” ujarnya di Rumah Sakit Fatimah, siang tadi, Senin 22 Juni.

Menurut Hasnawati, apa yang disangkakan padanya tidak ada satupun yang benar, termasuk jumlah CJH yang ada dalam pembukuan. “Jumlahnya hanya 27, sedangkan yang dituduhkan sekitar 62 orang. Saya tidak ada niat melakukan penipuan. Saya juga bukan teroris yang diperlakukan seperti ini,” katanya.

Hasnawati yang belum ditahan karena kesehatannya terganggu, itu pun merasa sangat dirugikan dengan statusnya sekarang. Sekarang dia menyewa pengacara yang bisa membelanya. “Siapa yang saya rugikan, siapa yang saya tipu. Kan sampai sekarang tidak ada yang melaporkan saya. Saya tidak habis fikir bisa terjadi seperti ini. Saya seolah-olah dihakimi,” demikian Hasnawati.

Untuk berangkat ke Filipina lanjutnya, CJH menggunakan jalur resmi dengan menggunakan paspor asli dari Imigrasi Parepare. “Di Filipina kami ke otoritas setempat yang mengurusi kouta haji. Jika memenuhi syarat tentu kami daftar langsung, selanjutnya otoritas setempat yang mengurus dokumen keberangkatan ke Arab Saudi. Jadi tidak ada CJH diterlantarkan,” ungkapnya.

Kasat Reskrim Polresta Parepare, AKP Nugraha Pamungkas mengatakan penanganan tersangka terhadap Hasnawati sudah sangat tepat dan sesuai prosedural. Tindakan tegas diambil karena Hasnawati mencoba menghilangkan barang bukti dan bersikap tak sopan pada penyidik.

“Kita tahan karena dia menghilangkan barang bukti. Tapi karena dia sakit, maka tentu kami rawat di RS. Kalau perihal merasa diperiksa seperti teroris, itu tidak benar. Kami sudah sesuai prosedural,” jelas kasat. (syl)

loading...
Click to comment
To Top