Polres Pekalongan Kota Sita Ratusan Ribu Butir Petasan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Polres Pekalongan Kota Sita Ratusan Ribu Butir Petasan

PEKALONGAN – Polres Pekalongan Kota, Jawa Tengah, menyita hampir ratusan ribu butir petasan, dari penggerebekan yang dilakukan pada Minggu (21/6) siang kemarin. Selain menyita petasan berbagai jenis dan ukuran, petugas juga mengamankan sejumlah bahan baku pembuatannya.

Petasan-petasn itu didapatkan dari dua lokasi. Lokasi pertama di sebuah rumah di Desa Pacar, Kabupaten Pekalongan.
Dari lokasi ini, petugas berhasil menemukan barang bukti berupa 12.180 butir petasan berbagai ukuran yang siap edar.
Petugas juga menemukan dua bungkus plastik bubuk belerang, satu bungkus plastik bubuk potasium, dan dua rol sumbu petasan.
Setelah berhasil mendapatkan belasan ribu butir petasan dari lokasi pertama, petugas menyasar lokasi lainnya. Yakni sebuah rumah warga di Kelurahan Banyurip, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan.
Di rumah itu, petugas mendapatkan 870 ribu butir petasan jenis korek api dan 35 ribu butir petasan jenis ‘sreng dor’.
Pantauan di lokasi, upaya petugas untuk membawa barang bukti petasan dari lokasi di Banyurip itu tidak mudah. Sebab, si pemilik rumah dan keluarganya meronta-ronta saat petasan-petasannya akan dibawa oleh petugas.
Kepada petugas, ia menuturkan bahwa petasan tersebut adalah titipan dari bandar petasan di Indramayu.
Kapolres Pekalongan Kota AKBP Luthfie Sulistiawan menjelaskan bahwa keberhasilan pengungkapan peredaran petasan itu berawal dari penyelidikan jajarannya, setelah menerima keluhan masyarakat mengenai banyaknya bunyi letusan petasan saat Ramadhan ini.
“Lalu kita perintahkan pak Kasatreskrim dan Intel untuk melakukan penyelidikan di lapangan. Akhirnya kita dapatkan informasi, ada dua lokasi yang ada indikasi sebagai tempat penyimpanan petasan. Dari lokasi pertama, kita dapatkan 12 ribu butir lebih petasan. Sedangkan dari lokasi kedua, didapatkan sekitar 900 ribu butir,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, warga yang diketahui sebagai pemilik atau penjual petasan-petasan tersebut sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut. “Sementara ini, mereka diduga hanya sebagai penjual, bukan pemproduksi,” jelasnya.
Para pemilik maupun penjual petasan-petasn tersebut akan dijerat dengan Undang-Undang Bunga Api Tahun 1932, dengan ancaman hukuman maksimal 3 bulan penjara, serta Pasal 1 Ayat (1) UU Darurat No 12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (hl/asn)

Click to comment
Ragam

Polres Pekalongan Kota Sita Ratusan Ribu Butir Petasan

PEKALONGAN – Polres Pekalongan Kota, Jawa Tengah, menyita hampir ratusan ribu butir petasan, dari penggerebekan yang dilakukan pada Minggu (21/6) siang kemarin. Selain menyita petasan berbagai jenis dan ukuran, petugas juga mengamankan sejumlah bahan baku pembuatannya.

Petasan-petasn itu didapatkan dari dua lokasi. Lokasi pertama di sebuah rumah di Desa Pacar, Kabupaten Pekalongan.
Dari lokasi ini, petugas berhasil menemukan barang bukti berupa 12.180 butir petasan berbagai ukuran yang siap edar.
Petugas juga menemukan dua bungkus plastik bubuk belerang, satu bungkus plastik bubuk potasium, dan dua rol sumbu petasan.
Setelah berhasil mendapatkan belasan ribu butir petasan dari lokasi pertama, petugas menyasar lokasi lainnya. Yakni sebuah rumah warga di Kelurahan Banyurip, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan.
Di rumah itu, petugas mendapatkan 870 ribu butir petasan jenis korek api dan 35 ribu butir petasan jenis ‘sreng dor’.
Pantauan di lokasi, upaya petugas untuk membawa barang bukti petasan dari lokasi di Banyurip itu tidak mudah. Sebab, si pemilik rumah dan keluarganya meronta-ronta saat petasan-petasannya akan dibawa oleh petugas.
Kepada petugas, ia menuturkan bahwa petasan tersebut adalah titipan dari bandar petasan di Indramayu.
Kapolres Pekalongan Kota AKBP Luthfie Sulistiawan menjelaskan bahwa keberhasilan pengungkapan peredaran petasan itu berawal dari penyelidikan jajarannya, setelah menerima keluhan masyarakat mengenai banyaknya bunyi letusan petasan saat Ramadhan ini.
“Lalu kita perintahkan pak Kasatreskrim dan Intel untuk melakukan penyelidikan di lapangan. Akhirnya kita dapatkan informasi, ada dua lokasi yang ada indikasi sebagai tempat penyimpanan petasan. Dari lokasi pertama, kita dapatkan 12 ribu butir lebih petasan. Sedangkan dari lokasi kedua, didapatkan sekitar 900 ribu butir,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, warga yang diketahui sebagai pemilik atau penjual petasan-petasan tersebut sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut. “Sementara ini, mereka diduga hanya sebagai penjual, bukan pemproduksi,” jelasnya.
Para pemilik maupun penjual petasan-petasn tersebut akan dijerat dengan Undang-Undang Bunga Api Tahun 1932, dengan ancaman hukuman maksimal 3 bulan penjara, serta Pasal 1 Ayat (1) UU Darurat No 12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (hl/asn)

Click to comment
To Top