Hingga 2019, Kementerian DPDTT Prioritaskan Pengentasan 80 Daerah Tertinggal – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Hingga 2019, Kementerian DPDTT Prioritaskan Pengentasan 80 Daerah Tertinggal

JAKARTA – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) Marwan Jafar mengatakan, pihaknya memprioritaskan pengentasan 80 daerah tertinggal menjadi daerah maju, dari 122 daerah yang tergolong daerah tertinggal hingga tahun 2019 mendatang.

Selain itu, Kementerian DPDTT juga memprioritaskan percepatan pembangunan di 39.091 desa tertinggal dan 17.268 desa sangat tertinggal.

“Program itu masuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019. Targetnya, akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah tertinggal menjadi 7,24 persen pada tahun 2019. Menurunkan persentase penduduk miskin daerah tertinggal menjadi 14,00 persen serta meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia sekitar 69,59 persen,” ujar Marwan Jafar, Selasa (23/6).

Agar target dapat tercapai, Marwan menilai perlu ada strategi yang mujarab. Antara lain, memanfaatkan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Kemudian strategi menerapkan pola pembangunan dengan meminimalisir ketimpangan wilayah.

“Yang paling penting sumber daya manusia yang berkualitas, inovasi, kreativitas dan mampu menerapkan teknologi yang tepat.  Setelah itu barulah mendorong investasi yang meningkatkan produktivitas rakyat,” ujar Marwan.

Sebagaimana diketahui, 122 daerah tertinggal yang ada di Indonesia, tersebar di beberapa wilayah. Di Sumatera terdapat 19 kabupaten, Jawa dan Bali 6 kabupaten, dan Kalimantan 12 kabupaten. Kemudian Sulawesi 18 kabupaten, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat 26 kabupaten, Maluku 14 kabupaten, dan Papua 33 kabupaten.

Dari data tersebut kata Menteri Marwan, terlihat kawasan Timur Indonesia menjadi wilayah yang paling banyak daerah tertinggalnya. Karena itu harus segara ada upaya kebijakan mengurangi kesenjangan dengan percepatan pembangunan infrastruktur, pengelolaan potensi dan pengembangan kawasan transmigrasi yang lebih mandiri.

“Ini bukan pekerjaan mudah. Harus benar-benar punya kesiapan yang matang agar target mengentaskan daerah tertinggal menjadi lebih baik. Minimal daerah tertinggal sudah punya akses dengan kawasan yang perekonomiannya sudah berjalan. Sehingga terjadi pertukaran nilai ekonomi masyarakat,” ujar Marwan. (gir/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top