Kenaikan Harga Sembako Dinilai Masih Wajar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Kenaikan Harga Sembako Dinilai Masih Wajar

UNGARAN, RAJA – Minggu pertama pada bulan Ramadhan 1436 H, harga sembako yang berada di pasar tradisional Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, masih dalam kategori wajar. Kenaikan harga berkisar Rp1000 hingga Rp2000, di Pasar Bandarjo Ungaran.

“Naiknya harga sembako di pasar tradisional menurut saya masih wajar, dan naiknya tidak seberapa, antara Rp1000 – Rp2000,” kata Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bambang Kusriyanto, seusai sidak di pasar, Selasa (23/6).
Meskipun dalam taraf wajar, Bambang meminta Pemerintah Kabupaten Semarang lebih meningkatkan pemantauan harga di pasar, agar saat menjelang hari raya Idul Fitri harga kebutuhan pokok masyarakat tidak melambung tinggi.
“Harga beras sudah berangsur naik Rp500 – Rp1.000 per kilonya, ini harus terus dipantau kenaikan harganya,” terang Ketua DPRD Kab Semarang.
Sementara itu di lokasi yang berbeda, Bupati Semarang, Mundjirin juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga sembako di Pasar Karangjati Kabupaten Semarang. Di pasar tradisional tersebut juga terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat dalam taraf normal.
Di Pasar Karangjati, Mundjirin meminta kepada masyarakat agar lebih teliti dalam membeli barang yang masa berlakunya sudah habis (kadaluarsa), termasuk membeli daging yang sudah dicampur borak ataupun formalin. Mengingat menjelang hari raya Idul Fitri banyak pedagang yang kurang terpuji menjual barang – barang campuran tersebut.
“Harapan saya ya jangan sampai ada pedagang yang menjual barang-barang kadaluarsa. Daging yang dicampuri obat-obat kimia pengawet, maupun daging sapi dicampur celeng,” tutur Bupati.
Meskipun sudah ada kenaikan harga sembako yang terjadi hampir menyeluruh di pasar tradisional di Kabupaten Semarang, Bupati mengaku belum waktunya melakukan Operasi Pasar (OP).” Belum perlu dilakukan OP, mengingat kenaikan harga masih wajar,” ucap Mundjirin.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Semarang, Imum mengatakan, bahwa pihaknya sudah melakukan pengawasan harga kebutuhan masyarakat dengan melibatkan instansi lainnya, seperti dari Dinas Peternakan dan Perikanan, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan serta Satpol PP, imbuh Imun. (wis)

Click to comment
To Top